KOTA MADIUN, TENDENSIUS Cut off pemutakhiran data Dapodik ditutup per 31 Agustus 2026 sebagaimana tercantum dalam pengumuman resmi. Penutupan tersebut menjadi momentum untuk melihat kembali data SMAN 5 Madiun yang masih ditampilkan pada portal resmi Sekolah Kita Kemendikdasmen.

Hingga 1 September 2026, portal resmi tersebut masih menampilkan 1.007 siswa secara keseluruhan, dengan 352 siswa tercatat sebagai kelas X.

Kepala SMAN 5 Madiun, Sriyono, menjelaskan bahwa angka 1.007 tersebut merupakan data tahun ajaran sebelumnya.

“Walah itu data tahun kemarin mas yg 2025/2026. Sekarang kan 2026/2027,” jelas Sriyono.

Sementara untuk angka 352 siswa kelas X, Sriyono sebelumnya menyebut data tersebut belum valid dan masih akan dikroscek dengan pihak sekolah.

“Nggih mas, nanti saya cros ceknya dulu sama teman2 di sekolah kalau setahu saya itu belum valid, matur suwun infonya🙏”

Di sisi lain, memasuki tahun ajaran 2026/2027, data penerimaan melalui SPMB menunjukkan angka yang berbeda. Pagu SMAN 5 Madiun ditetapkan 315 siswa, yang terdiri dari 9 rombel dengan kuota 35 siswa per rombel.

Namun, jumlah siswa kelas X yang diterima sekolah disebut mencapai 324 siswa, atau 9 rombel dengan masing-masing 36 siswa.

“Kelas X hanya 324 saja atau 9 kelas saja,” ujar Sriyono.

Ketika dikonfirmasi mengenai perbedaan antara pagu SPMB 315 siswa dengan jumlah siswa yang diterima sebanyak 324 siswa, Sriyono menjawab:

“Itu kebijakan atas mas🙏🙏🙏”

Dengan demikian, terdapat tiga angka yang kini menjadi perhatian: 1.007 siswa yang masih tampil pada portal resmi, 315 siswa sebagai pagu SPMB, dan 324 siswa kelas X yang disebut sekolah sebagai jumlah penerimaan 2026/2027.

Perbedaan tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran. Yang perlu dipastikan adalah status pembaruan data setelah cut off Dapodik 31 Agustus serta dasar kebijakan perubahan dari pagu 315 menjadi 324 siswa.