KOTA MADIUN, TENDENSIUS – Bertambahnya usia SMKN 3 Madiun ke-61 bukan sekadar pergantian angka pada kalender. Di balik berdirinya sekolah, ada jejak perjuangan para pendiri yang merintis dan membangun fondasi pendidikan yang kini diteruskan oleh generasi berikutnya.

Momentum HUT SMKN 3 Madiun pada 26 Agustus 2026 menjadi ruang untuk mengenang perjuangan tersebut sekaligus meneguhkan kembali arah sekolah dalam menyiapkan generasi masa depan.

Kepala SMKN 3 Madiun, Suharto, mengajak seluruh siswa menjadikan perjuangan para pendiri sebagai sumber motivasi untuk terus belajar dan berproses.

“Dalam mengenang berdirinya SMKN 3 Madiun, kita patut menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada para pendiri sekolah yang telah berjuang merintis dan membangun sekolah. Semangat perjuangan mereka harus menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk giat belajar, terus berproses, dan menggapai mimpi yang telah dirajut bersama orang tua,” ujar Soeharto.

Semangat tersebut sejalan dengan visi sekolah yang menempatkan wawasan internasional dan jiwa nasionalis sebagai bagian dari arah pengembangan peserta didik.

Untuk mewujudkan visi tersebut, SMKN 3 Madiun memiliki sejumlah misi, antara lain menumbuhkan pemahaman dan pengalaman ajaran agama serta budaya dalam kehidupan sehari-hari, mengembangkan potensi dan kreativitas warga sekolah agar mampu bersaing di tingkat regional, nasional hingga internasional, serta menerapkan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran dan manajemen sekolah.

Misi lainnya diarahkan pada pengembangan sumber daya manusia secara optimal untuk menghadapi era global, meningkatkan kuantitas dan kualitas lulusan yang diterima di dunia usaha dan dunia industri, serta mengembangkan sistem pendidikan dan pelatihan berwawasan industri masa depan dan entrepreneurship.

Sekolah juga menekankan kepedulian dan budaya lingkungan melalui upaya pencegahan, perbaikan dan pelestarian lingkungan, sekaligus menerapkan manajemen standar pengelolaan dan pelayanan dalam sistem penjaminan mutu pendidikan.

Dengan visi dan misi tersebut, perjalanan SMKN 3 Madiun tidak berhenti pada upaya mempertahankan keberadaan sekolah. Tantangannya adalah memastikan setiap lulusan memiliki bekal untuk menghadapi dunia yang terus berubah.

Para pendiri telah menanam fondasi. Guru meneruskan proses. Orang tua menitipkan harapan. Sementara siswa menjadi generasi yang menentukan apakah perjuangan tersebut hanya menjadi sejarah atau benar-benar melahirkan prestasi.

Puncak HUT SMKN 3 Madiun dikemas dengan berbagai kegiatan yang melibatkan warga sekolah. Rangkaian acara dimulai dengan persiapan pawai dan bazar kelas, dilanjutkan pembukaan, sambutan kepala sekolah, fashion show, penampilan Reog, hingga pentas seni dari berbagai kompetensi keahlian.

Pentas seni menghadirkan penampilan siswa dari TKI, TPMG, TPMGP, APHP, KA, APL hingga PMHP dalam bentuk nyanyian, paduan suara, tari, duet dan teater. Rangkaian kemudian ditutup dengan DJ, band dan doorprize.

Kemeriahan tersebut menjadi warna dalam perayaan. Namun makna HUT semestinya tidak berhenti ketika panggung selesai dan musik dimatikan.

Sebab, sekolah boleh bertambah usia, tetapi cita-cita tidak boleh kehilangan arah. Jika dahulu para pendiri berjuang agar SMKN 3 Madiun berdiri, maka generasi hari ini memiliki tugas untuk memastikan sekolah tersebut terus melahirkan lulusan yang kompeten, kreatif, berkarakter, berjiwa nasionalis dan mampu bersaing menghadapi dunia global.

Dari perjuangan para pendiri, lahirlah sebuah sekolah. Dari proses pendidikan hari ini, diharapkan lahir generasi yang mampu membuat perjuangan itu tetap hidup.