MADIUN, TENDENSIUS – Sorotan terhadap penggunaan sepeda motor oleh pelajar SMP negeri di Kabupaten Madiun kembali bergulir. Kali ini, SMPN 1 Dagangan menjadi salah satu titik yang terpantau.

Pantauan Tendensius pada Senin (31/8/2026) menunjukkan sejumlah sepeda motor terparkir di dua titik berbeda di sekitar lingkungan sekolah. Salah satu titik tampak berada di area parkir beratap, sementara kendaraan lainnya terlihat berada di sisi lingkungan sekitar sekolah.

Pemandangan tersebut kembali menempatkan persoalan keselamatan pelajar dalam berlalu lintas sebagai perhatian. Terlebih, penggunaan kendaraan bermotor oleh pelajar SMP sebelumnya telah mendapat respons dari Satuan Lantas Polres Madiun.

Diberitakan sebelumnya, Kanit Gakum Satuan Lantas Polres Madiun Ipda Andika Cahyono menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan menyiapkan langkah tindak lanjut.

“Sebelumnya kami mengucapkan terimakasih banyak atas atensi dari temen-temen. Sore ini langsung kita buat konsep. Secepatnya, kita bersurat ke dinas pendidikan agar segera ditindaklanjuti,” ujar Andika.

Kepolisian juga menyebut dokumentasi dari SMP negeri akan menjadi bagian dari bahan tindak lanjut.

“Seluruh SMP negeri, dokumentasi kita lampirkan semua,” tegasnya.

Bahkan, kepolisian telah mengingatkan bahwa sosialisasi keselamatan lalu lintas selama ini telah dilakukan. Apabila imbauan tidak diindahkan, langkah penegakan hukum dapat ditempuh sesuai ketentuan yang berlaku.

“Sosialisasi perihal keselamatan sudah tidak kurang-kurang. Jika himbauan tak diindahkan, kita siap ambil sikap. Sesuai undang-undang lalu lintas, kita tilang,” pungkas Andika.

SMPN 1 Dagangan sendiri merupakan sekolah negeri yang berada di Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, dengan NPSN 20507759. Data resmi Kemendikdasmen mencatat sekolah tersebut berstatus negeri dan berakreditasi A.

Dua titik parkir yang terpantau di sekitar sekolah kini menjadi bagian dari rangkaian penelusuran Tendensius. Bukan untuk menghakimi, melainkan melihat sejauh mana pesan keselamatan benar-benar hadir di lingkungan pendidikan—ketika buku berada di tas, sementara kendaraan bermotor masih menjadi bagian dari pemandangan perjalanan pelajar menuju sekolah.