NGAWI, TENDENSIUS — Tiga pekerjaan dalam Program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2025 di SD Negeri Gunungsari 1, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, tercatat bernilai total sekitar Rp568,26 juta. Papan kegiatan di lokasi mencantumkan pelaksana Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).

Tiga kegiatan tersebut meliputi rehabilitasi perpustakaan senilai Rp120,3 juta, rehabilitasi tiga ruang kelas sebesar Rp341,15 juta, serta pembangunan toilet baru senilai Rp106,815 juta. Seluruhnya bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025 dengan waktu pelaksanaan Agustus hingga Desember 2025.

Konfirmasi mengenai pelaksanaan, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta perlindungan pekerja melalui BPJS Ketenagakerjaan disampaikan kepada Kepala SDN Gunungsari 1, Kasmin.

Namun, ia menjelaskan dirinya merupakan kepala sekolah baru sehingga tidak terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Untuk pelaksanaan, saya sebagai KS baru di Gunungsari 1 sehingga saya tinggal meneruskan pekerjaan KS lama,” ujar Kasmin melalui pesan WhatsApp, Kamis (13/8/2026).

Ia menyebut pelaksanaan kegiatan pada masa itu, menurut pengetahuannya, telah mengikuti petunjuk teknis program revitalisasi.

“Insyaallah waktu pelaksanaan sudah sesuai yang ada pada juknis revitalisasi saat itu,” katanya.

Jawaban tersebut belum secara spesifik menjelaskan dua hal yang menjadi titik konfirmasi, yakni penerapan K3 bagi pekerja serta jaminan BPJS Ketenagakerjaan, termasuk Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Sebelumnya, pantauan di lokasi pekerjaan menunjukkan aktivitas konstruksi dengan kondisi keselamatan kerja yang patut diperhatikan. Sejumlah pekerja terlihat melakukan pekerjaan tanpa perlengkapan alat pelindung diri (APD) yang memadai.

Pertanyaan mengenai siapa yang bertanggung jawab langsung atas P2SP saat pekerjaan berlangsung kemudian disampaikan kembali kepada Kasmin.

Singkat. Jawabannya juga menunjuk ke masa lalu.

“Pak Yaidi,” jawab Kasmin ketika ditanya siapa ketua P2SP pada saat pelaksanaan kegiatan tersebut.

Kini, satu nama telah muncul sebagai pihak yang dapat dimintai penjelasan lebih lanjut terkait teknis pelaksanaan tiga paket revitalisasi tersebut.

Termasuk soal yang sederhana tetapi penting: ketika anggaran publik mencapai Rp568,26 juta, apakah keselamatan orang yang mengerjakannya juga masuk dalam perhitungan?