MADIUN, TENDENSIUS – Bahana Bersahaja tak berhenti pada seremoni penyambutan. Setelah pencak silat menyambut kedatangan rombongan, perhatian bergeser pada sesuatu yang jauh lebih menentukan masa depan: pendidikan.

Di SDN 02 Teguhan, Bunda Literasi Kabupaten Madiun, Erni Hari Wuryanto, bersama Wakil Bunda Literasi Ny. Fitriya Purnomo Hadi, menyambangi sejumlah ruang yang menjadi denyut kehidupan sekolah. Mulai dari penyerahan simbolik Makan Bergizi Gratis (MBG), sertifikat UKS, hingga melihat langsung perpustakaan digital, Kamis (02/08/2026).

Bagi Bunda Literasi Kabupaten Madiun, keberadaan UKS bukan sekadar memenuhi kelengkapan administrasi sekolah. UKS merupakan bagian penting dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang sehat, karena proses belajar membutuhkan anak-anak yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga sehat secara fisik.

“UKS jangan hanya menjadi ruang atau atribut sekolah. Yang lebih penting adalah bagaimana budaya hidup sehat benar-benar tumbuh dan menjadi kebiasaan anak-anak sejak dini,” pesan Erni dalam rangkaian kunjungan tersebut.

Pesan berikutnya mengarah pada literasi. Di tengah derasnya arus informasi digital, perpustakaan sekolah tak boleh berhenti sebagai ruangan penuh buku yang jarang disentuh. Perpustakaan digital justru harus menjadi pintu bagi siswa untuk membaca, mencari pengetahuan, sekaligus belajar memilah informasi.

Erni pun menyempatkan diri duduk bersama para siswa. Dialog berlangsung dalam suasana yang lebih cair, membahas pentingnya membaca, mencari pengetahuan dan membangun kebiasaan belajar.

Rombongan bunda literasi Kabupaten Madiun mendapat sambutan hangat putra didik SDN 02 Teguhan

“Literasi bukan hanya tentang bisa membaca. Literasi juga tentang bagaimana anak mampu memahami informasi, berpikir kritis, bertanya dan mengambil kesimpulan dengan baik,” ujarnya.

Di titik inilah wajah pendidikan terasa lebih lengkap. Ada MBG untuk mendukung kebutuhan gizi, UKS untuk membangun budaya hidup sehat, dan literasi untuk membentuk cara berpikir.

Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun pun seolah mendapat panggungnya sendiri dalam rangkaian Bahana Bersahaja. Bukan panggung dengan lampu sorot dan tepuk tangan, melainkan panggung yang jauh lebih penting: memastikan sekolah memiliki ekosistem yang mendukung tumbuh kembang peserta didik.

Sebab, pendidikan tidak cukup hanya mengejar angka rapor. Anak-anak juga perlu tubuh yang sehat, makanan yang bergizi, lingkungan sekolah yang nyaman, serta kemampuan membaca zaman.

Pesannya sederhana: jangan sampai sekolah sibuk mengajarkan anak membaca buku, sementara orang dewasa justru lupa membaca kebutuhan anak.

Dari Teguhan, pesan itu terasa cukup jelas. UKS jangan menjadi pajangan, perpustakaan jangan menjadi gudang buku, dan literasi jangan berhenti sebagai slogan yang indah di spanduk.

Karena pada akhirnya, keberhasilan pendidikan bukan diukur dari seberapa sering program dicanangkan, tetapi dari seberapa jauh program tersebut benar-benar menjadi kebiasaan dan memberi manfaat bagi anak-anak.