MADIUN – Di negeri yang sering membanggakan kekayaan alamnya, masih ada anak-anak yang harus menunggu uluran negara agar dapat menikmati pendidikan yang layak. Ironis, namun justru dari ironi itulah harapan baru mulai tumbuh.

Sebanyak 260 siswa dari keluarga kategori desil 1 dan 2 resmi mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Kabupaten Madiun, Jumat (31/7/2026). Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto di kompleks Sekolah Rakyat Terintegrasi, Kelurahan Nglames, Kecamatan Madiun.

Program berasrama tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan pendidikan tanpa membebani keluarga yang selama ini berada di lapisan ekonomi paling rentan.

Bupati Madiun Hari Wuryanto menyebut momentum tersebut sebagai langkah penting dalam membuka kesempatan yang selama ini sulit dijangkau sebagian masyarakat.

“Ini kesempatan yang luar biasa bagi Kabupaten Madiun. Alhamdulillah, anak-anak kami yang berada pada desil 1 dan 2 tahun ini sebanyak 260 anak bisa tertampung di Sekolah Rakyat. Kami berharap kesempatan ini menjadi awal perubahan kehidupan mereka melalui pendidikan,” ujar Bupati.

Menurutnya, Sekolah Rakyat bukan sekadar menyediakan ruang belajar, tetapi menjadi investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

“Melalui Sekolah Rakyat ini, kita tidak hanya meningkatkan kualitas SDM, tetapi juga merealisasikan upaya pengentasan kemiskinan sejak dini. Pendidikan harus menjadi jembatan agar anak-anak memiliki masa depan yang lebih baik daripada generasi sebelumnya,” katanya.

Seluruh kebutuhan siswa, mulai dari biaya pendidikan, tempat tinggal di asrama, hingga perlengkapan belajar, ditanggung oleh negara. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mengurangi beban keluarga sehingga orang tua dapat lebih fokus mendukung tumbuh kembang anak.

“Semua kebutuhan sudah dipenuhi oleh negara. Harapannya, keluarga mereka bisa keluar dari kelompok desil 1 dan 2 karena tidak lagi terbebani biaya pendidikan. Setelah lulus, anak-anak ini diharapkan memiliki bekal untuk memperoleh pekerjaan yang lebih baik dan meningkatkan taraf hidup keluarganya,” jelas Bupati.

Meski kegiatan belajar telah dimulai, Pemerintah Kabupaten Madiun memastikan pendampingan dan pengawasan akan dilakukan secara berkelanjutan agar tujuan program benar-benar tercapai.

“Kami akan terus memantau pelaksanaannya. Harapannya, lulusan Sekolah Rakyat benar-benar memiliki kualitas sumber daya manusia yang tinggi sehingga mampu membangun masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

Sekolah Rakyat menjadi pengingat bahwa pendidikan masih menjadi senjata paling ampuh melawan kemiskinan. Sebab jika kemiskinan dapat diwariskan, maka pendidikan juga harus mampu memutus mata rantainya. Dan ketika negara hadir memastikan anak-anak dari keluarga paling rentan memperoleh kesempatan yang sama, harapannya bukan sekadar melahirkan lulusan, tetapi menghadirkan generasi yang kelak tak lagi membutuhkan label “miskin” untuk memperoleh masa depan yang layak.