MADIUN, TENDENSIUS – Setelah sebelumnya ditemukan kabel listrik menjuntai hingga menyentuh tanah di area Sepasar Ing Madiun (Sepasma) Wilayah Tengah di Lapangan Tiron, Kecamatan Madiun, pantauan media juga menemukan kondisi lain di sekitar lokasi kegiatan.
Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 14.26 WIB, saluran irigasi di sisi timur lapangan tampak dialiri air berwarna hitam pekat. Di permukaannya terlihat sampah mengapung, sementara aroma tak sedap tercium hingga area sekitar lokasi festival.
Seorang pedagang yang berada di kawasan Sepasma menyebut kondisi tersebut muncul karena sedang musim giling.
“Dari pabrik ini, Mas. Pas musim giling,” ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Tiron, Kristiyan Antarriksa, awalnya menyampaikan kondisi tersebut merupakan hal yang biasa terjadi.
“Biasa kalau pagi, Mas,” ujar Kades.
Kristiyan menambahkan bahwa air dari pabrik merupakan permintaan petani.
“Iya, selama giling petani minta air ke Rejoagung, Mas,” jelasnya.
Sebelumnya, terkait temuan kabel listrik yang menjuntai di area kegiatan, Kristiyan juga mengaku langsung berkoordinasi dengan pihak Event Organizer (EO). Menurutnya, EO menjelaskan bahwa kabel yang masih berada di bawah merupakan bagian dari proses penataan fasilitas stan dan masih menunggu pemasangan salah satu booth.
“Maaf Pak Kades, kabel yang di bawah masih nunggu booth Honda, jadi masih di bawah. Kalau yang di pinggir kali insyaallah tidak ada yang melewati, Pak, karena posisinya paling pinggir belakang. Bapak bisa ketemu di lokasi, Pak. Mungkin mana saja yang memang kurang rapi biar saya evaluasi. Insyaallah kabel sebelah warung sudah naik di booth Honda,” demikian penjelasan EO yang diteruskan melalui Kepala Desa Tiron.
Pantauan media menunjukkan saluran air yang berada tidak jauh dari area penyelenggaraan festival masih tampak berwarna gelap pada waktu tersebut.
Ironinya, di saat panggung, stan UMKM, dan berbagai ornamen festival dipersiapkan menyambut ribuan pengunjung, sisi lain kawasan justru memperlihatkan saluran air berwarna hitam dengan aroma tak sedap yang memantik perhatian. Sebuah festival memang menjadi etalase daerah, tetapi wajah sebuah daerah tak hanya dinilai dari gemerlap panggungnya, melainkan juga dari kondisi lingkungan yang menyertainya.

