NGAWI, TENDENSIUS – Setelah sebelumnya dikeluhkan warga di media sosial akibat gangguan distribusi air bersih di sejumlah wilayah terdampak perbaikan Sumur Watualang, Perumda Air Minum Tirto Kertonegoro Kabupaten Ngawi kembali menjadi sorotan. Kali ini, sorotan datang dari kolom komentar akun Instagram resmi perusahaan yang dipenuhi berbagai keluhan pelanggan.
Dalam unggahan bertajuk Informasi Gangguan Pelayanan, PDAM Ngawi mengumumkan adanya pekerjaan perbaikan Sumur Watualang pada Selasa (16/6/2026) mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Gangguan tersebut disebut berdampak pada wilayah Watualang, Grudo, Pojok, Ngronggi, dan Mojorejo.
Manajemen PDAM dalam unggahan tersebut mengimbau pelanggan menampung air secukupnya sebelum pekerjaan dilakukan serta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Namun, sejumlah pelanggan mengaku gangguan berlangsung lebih lama dari perkiraan dan belum disertai kepastian kapan distribusi kembali normal.
Salah satu akun, @slametpetang, menuliskan keluhannya karena belum ada perkembangan terbaru terkait penyelesaian pekerjaan.
“Belum ada update beresnya kapan ya min? Mangkrak semua ini dari pagi nggak ada air,” tulisnya.
Keluhan serupa kembali disampaikan akun yang sama.
“Kasih estimasi min, ini di Krajan Selatan udah hari-hari biasa air suka kecil, sekarang malah maintenance nggak beres-beres. Mau buang air aja susah minta ampun,” keluhnya.
Sementara itu, akun @sea_babykids_spa mempertanyakan lamanya gangguan distribusi.
“Sudah jam 22.06 masih belum nyala, padahal dari habis subuh matinya,” tulisnya.
Komentar pedas juga muncul dari akun yang sama.
“Dari subuh sampai sekarang jam 22.05 ndak nyalaaaaaa woowww kereennnnnnn,” tambahnya.
Keluhan datang pula dari akun @linda_aprilia11 yang mengaku aktivitas pekerjaannya terganggu akibat tidak tersedianya air bersih.
“Bener-bener macet total pekerjaan hari ini min, buat kami para pekerja yang butuh banyak air buat kerja,” keluhnya.
Menanggapi berbagai komentar tersebut, akun resmi PDAM Ngawi memberikan respons yang relatif seragam.
“Mohon maaf atas ketidaknyamanannya kak🙏. Saat ini tim kami masih berupaya menyelesaikan perbaikan secepat mungkin agar aliran air segera normal. Terima kasih atas kesabarannya,” responnya.
Meski demikian, sebagian pelanggan menilai yang mereka butuhkan bukan hanya permintaan maaf, melainkan informasi perkembangan pekerjaan dan estimasi waktu penyelesaian yang lebih jelas.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa di era digital, kolom komentar media sosial tidak lagi sekadar ruang interaksi, melainkan menjadi kanal pengaduan publik yang digunakan masyarakat untuk menyampaikan pengalaman langsung terhadap layanan publik yang mereka terima.
Sebelumnya, keluhan serupa juga ramai diperbincangkan di media sosial Facebook. Sejumlah warga Watualang, Grudo, Pojok, dan Ngronggi mengaku kesulitan memperoleh air bersih selama gangguan berlangsung. Bahkan beberapa warga mempertanyakan distribusi bantuan air yang dinilai belum menjangkau seluruh wilayah terdampak.
Hingga berita ini ditulis, PDAM Ngawi masih menyampaikan bahwa proses perbaikan terus dilakukan dan distribusi air akan kembali normal secara bertahap setelah pekerjaan selesai.
Bagi pelanggan, persoalannya tampak sederhana: ketika pengumuman gangguan sudah tersampaikan, mereka berharap kabar tentang kapan air kembali mengalir juga dapat mengalir secepat informasi yang dipublikasikan di media sosial.

