Tendensius.com, Kota Madiun – Antusiasme masyarakat mengikuti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Timur 2026 di Kota Madiun masih sangat tinggi. Hingga Kamis malam (4/6), antrean verifikasi dan validasi PIN di sejumlah SMA dan SMK negeri masih membeludak.
Berdasarkan data resmi SPMB Jawa Timur yang diperbarui pukul 21.31 WIB, jumlah calon murid yang telah berhasil memperoleh PIN terus bertambah. Namun demikian, ratusan berkas masih menunggu proses verifikasi di masing-masing sekolah.
SMKN 1 Kota Madiun menjadi sekolah dengan jumlah PIN terverifikasi tertinggi mencapai 497 calon murid. Sekolah tersebut juga mencatat 198 PIN ditangani dalam sehari dan masih memiliki 92 antrean yang menunggu proses verifikasi.
Di tingkat SMA, SMAN 1 Kota Madiun menjadi sekolah dengan jumlah PIN terverifikasi terbanyak yakni 458 calon murid, dengan 167 berkas diproses pada hari ini dan 84 antrean tersisa.
Posisi berikutnya ditempati SMAN 2 Kota Madiun dengan total 457 PIN terverifikasi, disusul SMKN 2 Kota Madiun sebanyak 283 PIN, SMAN 5 Kota Madiun 280 PIN, serta SMKN 3 Kota Madiun 257 PIN.
Data juga menunjukkan antrean yang masih cukup tinggi di sejumlah sekolah. SMAN 2 Kota Madiun tercatat memiliki 89 antrean, sementara SMKN 2 dan SMKN 4 Kota Madiun masing-masing masih menyisakan 83 antrean.
Tingginya jumlah verifikasi menunjukkan masyarakat memilih menyelesaikan proses administrasi lebih awal sebelum tahapan pendaftaran jalur domisili resmi dibuka. Verifikasi PIN menjadi tahapan wajib yang harus dilalui seluruh calon murid sebelum dapat mengikuti proses pemilihan sekolah.
Berdasarkan pantauan perkembangan data harian, sekolah-sekolah di Kota Madiun mampu menyelesaikan puluhan hingga ratusan berkas setiap hari. Namun derasnya arus pendaftar membuat antrean baru terus bermunculan.
Panitia SPMB Jawa Timur sebelumnya mengimbau calon murid dan orang tua untuk tidak menunda proses verifikasi agar tidak terjadi penumpukan pada hari-hari terakhir. Masyarakat juga diminta memastikan seluruh dokumen persyaratan telah lengkap sehingga proses validasi dapat berjalan lebih cepat.
Dengan antrean yang masih tersisa di seluruh sekolah verifikator, diperkirakan aktivitas pelayanan PIN di Kota Madiun akan tetap padat dalam beberapa hari ke depan sebelum dimulainya tahapan penerimaan jalur domisili.

