NGAWI, TENDENSIUS – Konfirmasi terkait mekanisme penetapan dan pengawasan hibah hand traktor di Desa Tambakromo, Kecamatan Padas, memunculkan sejumlah catatan yang menarik untuk dicermati.

Kepala Desa Tambakromo, Tutik Purwanti, menjelaskan bahwa penetapan kelompok tani penerima hibah dilakukan melalui musyawarah kelompok tani yang dihadiri perangkat desa.

“Melalui musyawarah klp tani yg di hadiri perangkat desa,” jawabnya, Kamis (02/07/2026).

Saat ditanya apakah pemerintah desa ikut memverifikasi keaktifan kelompok tani sebelum diusulkan sebagai penerima hibah, Tutik menjawab singkat, “Iya.”

Sementara terkait pengawasan pemanfaatan hand traktor, ia menyebut setiap pertemuan kelompok tani selalu disertai laporan penggunaan alat dan dihadiri perwakilan pemerintah desa.

“Setiap pertemuan klp tani ada laporan pemanfaatan alsintan. Ada perwakilan dr perangkat desa,” jelasnya.

Tendensius kemudian menggali informasi lebih lanjut mengenai bantuan hibah hand traktor dengan total nilai Rp60 juta, yang diketahui terbagi masing-masing Rp30 juta untuk Kelompok Tani Rejeki dan Rp30 juta untuk Kelompok Tani Agung. Konfirmasi tersebut bertujuan memperoleh informasi mengenai merek, tipe, dan spesifikasi teknis hand traktor yang diterima masing-masing kelompok tani.

Namun saat diminta menyampaikan nama kelompok tani penerima beserta dokumentasinya, Tutik justru mengarahkan awak media agar meminta data langsung kepada kelompok tani.

“Pangapunten langs. D Poktan mawon njih boss,” tulisnya melalui pesan WhatsApp.

Ketika ditanya siapa ketua kelompok tani penerima hibah tersebut, Tutik kembali mengaku tidak mengingat.

“Maaf, mboten hafal boss,” jawabnya.

Jawaban tersebut cukup kontradiktif karena sebelumnya pemerintah desa dinyatakan terlibat dalam proses musyawarah penetapan penerima, melakukan verifikasi keaktifan kelompok tani, serta mengikuti laporan pemanfaatan alsintan melalui perwakilan perangkat desa. Di sisi lain, identitas ketua kelompok tani maupun informasi dasar mengenai hand traktor yang dihibahkan belum dapat disampaikan saat dimintai konfirmasi.

Tendensius masih berupaya memperoleh keterangan dari kelompok tani penerima hibah maupun instansi terkait untuk melengkapi informasi mengenai spesifikasi hand traktor, mekanisme penetapan penerima, serta pengelolaan bantuan alsintan tersebut.