MADIUN, TENDENSIUS— Pembangunan infrastruktur permukiman tidak semata-mata berbicara tentang jalan yang lebih rapi atau drainase yang lebih baik. Di balik pekerjaan tersebut terdapat tujuan yang lebih besar, yakni mendorong lingkungan yang sehat sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Madiun, Gunawi, terkait paket Rehabilitasi Drainase dan Pavingisasi Jalan Kelurahan Krajan, Kecamatan Mejayan, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Madiun Tahun Anggaran 2026.
“Tujuan kegiatan tersebut untuk mengurangi kawasan permukiman kumuh,” jelas Gunawi, Senin (14/09/2026).
Menurutnya, berkurangnya kawasan kumuh diharapkan membawa dampak langsung terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.
“Dengan lepasnya area tersebut dari kawasan kumuh, diharapkan lingkungan menjadi lebih sehat yang akhirnya derajat kesehatan masyarakat meningkat pula,” ungkapnya.
Gunawi menambahkan, pembangunan kawasan permukiman memiliki keterkaitan erat dengan cita-cita peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Masyarakat bisa dikatakan sejahtera, salah satu indikatornya adalah memiliki derajat kesehatan yang tinggi,” ujarnya.
Karena itu, pembangunan infrastruktur dasar seperti drainase dan jalan lingkungan tidak dapat dipandang hanya sebagai pembangunan fisik, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kualitas kehidupan warga.
Hal tersebut, lanjut Gunawi, sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Madiun melalui visi Madiun Bersahaja, yakni Bersih, Sehat, dan Sejahtera.
“Sesuai visi dan misi Madiun Bersahaja: bersih, sehat, dan sejahtera,” tegasnya.
Dalam paket tersebut, Perkim menetapkan spesifikasi antara lain saluran U-Ditch dengan beban gandar minimal 5 ton, paving block setebal 6 sentimeter, serta kanstin berukuran 40×20×10 sentimeter. Gunawi juga memastikan proses pengadaan berjalan dengan mekanisme yang ditetapkan.
“Tender ini tidak menggunakan Reverse Auction,” katanya.
Paket dengan pagu Rp613.298.349 tersebut saat ini berada pada tahap masa sanggah. Bagi Perkim, pembangunan kawasan permukiman pada akhirnya bukan sekadar mengubah wajah lingkungan, tetapi menjadi bagian dari perjalanan menuju kawasan yang lebih bersih, masyarakat yang lebih sehat, dan kesejahteraan yang semakin nyata.
Sebab ketika jalan ditata, drainase dibenahi, kawasan kumuh dikurangi, dan lingkungan menjadi sehat. Yang sesungguhnya sedang dibangun bukan hanya infrastruktur, melainkan kualitas kehidupan masyarakat.(adv)


