NGAWI, TENDENSIUS – Polemik dugaan penarikan biaya kegiatan kemah di sejumlah sekolah dasar negeri di Kabupaten Ngawi memasuki babak baru. Setelah sebelumnya Tendensius menghimpun informasi mengenai adanya penarikan biaya kepada peserta didik, pihak sekolah memberikan klarifikasi terkait mekanisme pembiayaan kegiatan tersebut.
Kepala SDN Jatirejo 2, Heny Kurniawati, menegaskan bahwa sekolah tidak melakukan penarikan iuran kepada wali murid.
“Wa’alaikumsalam. Saya selaku kepala sekolah menginfokan bahwa sekolah tidak menarik iuran ke wali murid,” ujar Heny kepada Tendensius, Rabu (5/8/2026).
Menurut Heny, pembiayaan yang menjadi perhatian masyarakat bukan merupakan kebijakan sekolah, melainkan hasil kesepakatan yang dibahas oleh wali murid bersama komite sekolah.
“Itu adalah kesepakatan dari wali murid yang dipandu oleh ketua komite,” jelasnya.
Ia juga mempersilakan Tendensius melakukan konfirmasi langsung kepada Ketua Komite agar informasi yang diperoleh lebih utuh.
“Kalau mau konfirmasi lebih lanjut kepada ketua komite, nanti saya beri nomor HP-nya. Atau kalau mau lebih jelasnya ketemu saja kapan dan di mana dengan saya dan ketua komite,” katanya.
Heny menambahkan, pengelolaan kegiatan tersebut berada di bawah pengurus komite. Sementara pihak sekolah hanya menyampaikan program dan agenda kegiatan kepada wali murid.
“Semua yang mengelola dari pengurus komite. Dari sekolah hanya menyampaikan program-program, juga kegiatan HUT Pramuka yang salah satunya kemah itu,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala SDN Gunungsari, Kasmin, juga telah memberikan klarifikasi bahwa tidak ada penarikan biaya Rp100 ribu untuk kegiatan kemah di sekolahnya. Menurutnya, yang ada hanyalah iuran rutin kepramukaan sebesar Rp1.000 per bulan yang disetorkan kepada organisasi kepramukaan, bukan kepada sekolah maupun untuk kegiatan perkemahan.


