NGAWI, TENDENSIUS – Keluhan mengenai kabel yang diduga menjuntai di jalan kembali mencuat di media sosial. Kali ini, seorang warga mengaku anggota keluarganya mengalami kecelakaan hingga harus mendapatkan jahitan di kepala setelah diduga tersangkut kabel yang melintang di jalan di Dusun Jetak, Desa Klitik, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi.

Unggahan tersebut disampaikan oleh akun Facebook Hery Susanto di grup Info Cegatan Ngawi (ICN). Dalam unggahannya, Hery meminta pihak yang merasa memiliki usaha penyedia layanan internet agar segera memperbaiki kabel yang menjuntai maupun putus di jalan.

“Tolong bagi yang merasa punya usaha wifi kabel ngelewer/putus di jalan di daerah Jetak diurusi geh. Niki keluarga kulo kemarin jatuh kare keserimpet kabel, sampek dijahit kepalanya,” tulis Hery, Jumat (10/07/2026).

Unggahan itu langsung mendapat perhatian warganet. Sejumlah komentar mempertanyakan mengapa kabel yang berada di jalan umum masih dibiarkan semrawut. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui siapa pemilik kabel yang dikeluhkan warga maupun penyebab pasti insiden yang mengakibatkan korban mengalami luka.

Saat dikonfirmasi Tendensius, Hery mengatakan bahwa dirinya lah yang mengalami kecelakaan tersebut.

“Korbannya saya, Pak. Ini ada jahitan di kepala,” ungkapnya.

Ia menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Senin malam (7/7/2026) usai Magrib ketika berangkat bekerja.

“Malam Selasa habis Magrib, saya berangkat kerja,” ujarnya.

Ia menyebut lokasi kejadian berada di Desa Klitik, tepat setelah Jembatan Ring Road.

“Lokasi kejadian Desa Klitik habis jembatan Ring Road,” imbuhnya.

Akibat insiden tersebut, Hery mengalami luka di bagian kepala hingga harus mendapatkan tindakan medis di RS Widodo Ngawi, sementara sepeda motor yang dikendarainya masih diamankan oleh pihak kepolisian.

“Penanganannya di RS Widodo. Sepeda motor dibawa polisi,” jelasnya.

Kejadian ini mengundang reaksi keras dari Aktivis GEMPUR DPD Jawa Timur, M. Fauzan. Ia menilai, apabila benar terdapat kabel yang dibiarkan menjuntai hingga mengakibatkan masyarakat mengalami kecelakaan, persoalan tersebut tidak bisa lagi dianggap sepele.

“Kalau memang benar ada masyarakat yang sampai mengalami luka akibat kabel yang menjuntai di jalan, siapa pun pemilik jaringan tersebut harus bertanggung jawab sesuai ketentuan yang berlaku. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas, bukan dikalahkan oleh pembiaran instalasi yang semrawut,” tegas Fauzan.

Ia juga meminta pemerintah daerah bersama instansi berwenang melakukan penelusuran untuk memastikan kepemilikan kabel sekaligus mengevaluasi kondisi jaringan utilitas yang terpasang di ruang publik.

“Jangan menunggu identitas pemilik kabel baru dicari setelah ada korban. Justru sekarang saatnya dilakukan penelusuran dan penertiban. Jalan adalah ruang publik yang harus aman bagi siapa pun. Bila ada instalasi yang berpotensi membahayakan, harus segera ditangani sebelum kembali memakan korban,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Tendensius masih berupaya mengonfirmasi instansi terkait guna mengetahui status kabel yang dikeluhkan warga, termasuk siapa pihak yang bertanggung jawab atas jaringan tersebut.

Di tengah berkembangnya infrastruktur telekomunikasi, Fauzan berharap kualitas layanan berjalan beriringan dengan tanggung jawab menjaga keselamatan publik.

“Sebab kabel yang tertata rapi bukan sekadar persoalan estetika, melainkan bagian dari perlindungan terhadap setiap pengguna jalan. Jangan sampai keselamatan baru menjadi perhatian setelah kembali muncul korban berikutnya,” kecamnya.