MADIUN, TENDENSIUS – Di tengah rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-458 dan Hari Kesatuan Gerak PKK Tahun 2026, RSUD Dolopo tampil sebagai salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat melalui kegiatan khitan massal yang diikuti 136 anak dari enam kecamatan.

Plh Direktur RSUD Dolopo, dr. Dewi Majasari, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian Pemerintah Kabupaten Madiun dalam membantu masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu.

“Bapak, Ibu, para orang tua serta anak-anakku yang saya banggakan dan saya sayangi, puji syukur ke hadirat Allah SWT sehingga pada hari ini kita dapat berkumpul pada acara Khitanan Massal dalam rangka Peringatan Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-458 dan Hari Kesatuan Gerak PKK tahun 2026,” ujar dr. Dewi.

Ia menjelaskan, pelaksanaan khitan massal berdasarkan DPA-SKPD Tahun Anggaran 2026 dan dilaksanakan pada Selasa (23/6/2026) di RSUD Dolopo.

Menurutnya, sebanyak 136 anak berasal dari enam kecamatan, yakni Kecamatan Dolopo 26 peserta, Kebonsari 20 peserta, Dagangan 28 peserta, Geger 34 peserta, Kare 11 peserta, serta Jiwan 16 peserta.

Setiap peserta mendapatkan seperangkat baju muslim berupa baju koko, sarung dan kopiah, perlengkapan sekolah, serta uang saku.

“Pelaksanaan khitanan massal ini merupakan bentuk kegiatan yang kita laksanakan sebagai wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten Madiun dalam membantu masyarakat, terutama masyarakat kurang mampu demi terwujudnya peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” kata dr. Dewi.

Peserta khitan massal di RSUD Dolopo menanti giliran

Ia menambahkan, pelaksanaan khitan massal didukung tiga dokter spesialis yang terdiri dari satu dokter bedah dan dua dokter anestesi, tiga dokter umum, serta 44 perawat dan tenaga paramedis lainnya.

“Segala biaya pelaksanaan khitan massal dibebankan pada APBD Kabupaten Madiun tahun anggaran 2026,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi menyebut kegiatan khitan massal yang digelar di RSUD Dolopo merupakan bagian dari rangkaian besar peringatan Hari Jadi Kabupaten Madiun yang dilaksanakan di tiga lokasi.

“Khitanan massal tahun ini ada tiga tempat. Yang pertama di Rumah Sakit Caruban, yang kedua di Sendangrejo, dan yang ketiga di Rumah Sakit Dolopo. Ini adalah sebuah rangkaian di dalam Hari Jadi Kabupaten Madiun,” ujar Wabup.

Ia mengatakan, berbagai program yang digagas Bupati Madiun tidak hanya berorientasi pada perayaan seremonial, namun juga diarahkan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat melalui kegiatan Sepasma dan pelayanan yang menjangkau seluruh wilayah.

“Program itu mampu mengangkat pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Madiun yang ada di sekitarnya. Ini program-program yang harus kita dukung semuanya,” katanya.

Purnomo juga menekankan bahwa khitan memiliki nilai penting, baik secara agama maupun dari sisi kesehatan.

“Secara agama sudah jelas, secara medis juga sudah jelas. Oleh sebab itu apa yang kita lakukan hari ini mudah-mudahan menjadi amal ibadah bagi kita semuanya,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah daerah bersama seluruh OPD, camat hingga kepala desa terus berupaya menghadirkan pelayanan yang merata kepada masyarakat.

“Mohon doanya, semoga kami diberi kekuatan untuk mengabdikan diri kepada masyarakat Kabupaten Madiun supaya Madiun menjadi Madiun yang Bersahaja, Kabupaten Madiun yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur,” pungkasnya.

Khitan massal yang berlangsung di RSUD Dolopo ini menjadi salah satu wajah pelayanan yang tidak hanya berbicara soal tindakan medis semata, melainkan juga tentang semangat pengabdian. Di tengah peringatan hari jadi ke-458, rumah sakit milik daerah itu seolah menegaskan bahwa pelayanan kesehatan yang menyentuh masyarakat secara langsung tetap menjadi denyut utama semangat Madiun Bersahaja.