MADIUN, TENDENSIUS – Verifikasi PIN telah usai. Sistem berhenti menghitung, angka-angka pun menetap pada posisinya masing-masing.
Di berbagai sekolah, jumlah PIN terverifikasi menembus ratusan. Ada yang mencapai 503, ada yang 533, bahkan beberapa SMK melampaui angka 700 hingga 800.
Namun di sudut lain data SPMB Kabupaten Madiun, terdapat angka yang tampak berbeda.
39, angka itu melekat pada SMAN 1 Jiwan ketika proses verifikasi resmi ditutup.
Tentu angka bukan ukuran mutlak kualitas sebuah sekolah. Prestasi, tenaga pendidik, dan proses pembelajaran tidak dapat disederhanakan menjadi statistik semata.
Namun dalam momentum penerimaan siswa baru, angka sering kali menjadi bahasa pertama yang dibaca masyarakat.
Ketika sekolah lain mengumpulkan ratusan calon peserta didik yang telah mengantongi PIN, dua digit yang tersisa di SMAN 1 Jiwan menjadi catatan tersendiri. Bukan untuk menyalahkan siapa pun, melainkan sebagai bahan refleksi bersama.
Karena setelah verifikasi berakhir, pertanyaan yang sesungguhnya baru dimulai: apa yang membuat minat calon siswa bergerak ke satu arah, dan mengapa sebagian lainnya justru tertinggal?
Data telah selesai berbicara. Kini giliran evaluasi yang mengambil peran.

