Tendensius.com, Madiun – Memasuki fase krusial Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Timur 2026, antrean verifikasi dan validasi PIN di SMA/SMK Negeri Kota Madiun masih terpantau tinggi hingga Rabu malam (3/6/2026).
Berdasarkan data antrean harian yang ditampilkan sistem SPMB Jatim pada pukul 21.16 WIB, sejumlah sekolah masih mencatat antrean verifikasi yang cukup panjang meski ratusan berkas telah diproses sepanjang hari.
SMK Negeri 1 Kota Madiun menjadi sekolah dengan jumlah PIN terverifikasi terbanyak, yakni 299 PIN. Namun demikian, masih terdapat 175 antrean yang menunggu penanganan.
Sementara itu, SMA Negeri 2 Kota Madiun mencatat 327 PIN telah terverifikasi. Pada hari yang sama, sekolah tersebut menangani 174 berkas, dengan sisa antrean sebanyak 167 calon murid.
Di SMA Negeri 1 Kota Madiun, sebanyak 291 PIN telah diverifikasi, 194 berkas diproses pada hari itu, dan masih tersisa 170 antrean.
Adapun SMA Negeri 6 Kota Madiun mencatat 142 PIN terverifikasi dengan antrean 166 berkas. Disusul SMK Negeri 4 Kota Madiun yang masih memiliki 165 antrean, serta SMA Negeri 5 Kota Madiun dengan 162 antrean.
Data juga menunjukkan SMA Negeri 4 Kota Madiun masih memiliki 160 antrean, sedangkan SMK Negeri 3 Kota Madiun dan SMK Negeri 5 Kota Madiun masing-masing menyisakan 145 dan 136 antrean yang belum tertangani.
Kondisi tersebut menunjukkan tingginya animo masyarakat dalam mengurus PIN sebagai syarat utama mengikuti tahapan pendaftaran SPMB tahun 2026.
Meski demikian, sekolah-sekolah terus melakukan percepatan layanan verifikasi untuk mengantisipasi penumpukan menjelang batas waktu pengajuan PIN.
Panitia SPMB mengimbau calon murid dan orang tua untuk segera melengkapi dokumen persyaratan serta memantau jadwal antrean secara berkala melalui sistem resmi SPMB Jawa Timur guna menghindari keterlambatan pada tahapan berikutnya.
Dengan antrean yang masih mencapai ratusan berkas di hampir seluruh SMA dan SMK negeri favorit di Kota Madiun, proses verifikasi PIN diperkirakan masih akan menjadi titik krusial dalam beberapa hari ke depan sebelum tahapan pendaftaran memasuki fase pemilihan sekolah.

