Tendensius.com, Kota Madiun – Di tengah lesunya proyek besar di Kota Madiun, pembangunan Gedung Rawat Inap RSUD senilai Rp13,1 miliar justru harus mengulang napas dari awal.
Tender pertama berakhir dengan label sederhana namun cukup menyita perhatian: “Tender Gagal”.
Padahal, peserta yang masuk tidak sedikit. Deretan perusahaan memenuhi daftar peserta lelang. Namun, ketika masuk ruang evaluasi, satu per satu berguguran. Ada yang disebut tak melampirkan dokumen pernyataan, ada pula yang dinilai belum memenuhi syarat kemampuan keuangan sebagaimana diminta panitia.
Situasi ini memunculkan pertanyaan publik: apakah syarat terlalu ketat, peserta kurang siap, atau justru proyek besar kini makin sulit menemukan kontraktor yang benar-benar siap bertanding?
Yang menarik, proyek rawat inap ini menjadi satu dari sedikit tender konstruksi bernilai besar yang muncul di Kota Madiun belakangan ini. Karena itu, ketika prosesnya gagal lalu diulang, perhatian publik otomatis ikut tertuju.
Di atas kertas, tender ulang adalah prosedur biasa. Namun di mata masyarakat, kegagalan tender tetap memberi kesan bahwa mesin pembangunan belum sepenuhnya berjalan mulus.
Kini publik tinggal menunggu: apakah tender kedua akan benar-benar melahirkan pemenang, atau kembali menyisakan cerita administrasi yang berulang?

