Tendensius.com, Kota Madiun – Pelaksanaan verifikasi PIN Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 jenjang SMA dan SMK Negeri di Kota Madiun memasuki fase krusial. Data antrean harian yang diperbarui pada Selasa (2/6/2026) malam menunjukkan ratusan calon murid masih menunggu proses verifikasi di sejumlah sekolah negeri, sementara jumlah PIN yang berhasil diterbitkan belum mampu mengimbangi laju pengajuan baru.

Berdasarkan data antrean SPMB Jawa Timur, beberapa sekolah mencatat antrean di atas 140 peserta. SMA Negeri 1 Kota Madiun misalnya, masih memiliki sekitar 150 antrean verifikasi, sedangkan SMA Negeri 2 Kota Madiun mencatat 140 antrean. Kondisi serupa juga terlihat di sejumlah SMK Negeri yang menjadi tujuan favorit pendaftar.

Meski Dinas Pendidikan Jawa Timur menyatakan proses verifikasi berjalan lancar dan tertib, tingginya minat pendaftar menjelang berakhirnya masa pengambilan PIN diperkirakan akan terus meningkatkan tekanan terhadap layanan verifikasi di sekolah-sekolah penyelenggara. Sesuai ketentuan, pengambilan PIN berlangsung hingga 9 Juni 2026 sebelum tahapan pendaftaran jalur penerimaan dibuka.

Di tengah optimisme digitalisasi SPMB, ukuran keberhasilan bukan hanya seberapa cepat sistem bekerja, melainkan seberapa sedikit calon siswa yang harus menunggu dalam antrean panjang untuk mendapatkan hak yang sama dalam mengakses pendidikan negeri.