Tendensius.com, Kota Madiun – Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Kota Madiun yang dibangun pada 2024 melalui proyek bernilai lebih dari Rp10 miliar hingga kini disebut belum beroperasi penuh dan masih sebatas tahap uji coba.
Berdasarkan data tender yang beredar pada laman SPSE Inaproc, proyek pembangunan IPLT tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp10,63 miliar dan berada di bawah Satuan Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Madiun.
Di lokasi, sejumlah bagian bangunan terlihat mengalami ambles. Beberapa titik yang tampak mengalami penurunan tanah berada di area jalan setapak, ruang antar kolam hingga sudut bangunan.
Kondisi ini cukup memprihatinkan, mengingat bangunan tersebut baru diresmikan pada Januari 2025.
Bayu, salah satu pekerja di lokasi, mengatakan saat ini terdapat sekitar 15 pekerja yang terdiri dari tenaga outsourcing dan P3K di bawah naungan Dinas PUPR Kota Madiun.
Menurutnya, amblesnya beberapa titik dimungkinkan karena bangunan masih baru dan terdampak hujan.
“Mungkin karena bangunan baru, kena hujan jadi ambles,” ujar Bayu saat ditemui di lokasi, Rabu (13/06/2026).
Hingga saat ini, IPLT tersebut disebut belum beroperasi penuh dan masih dalam tahap uji coba.
“Kelihatannya nunggu perwal,” tambahnya.
Upaya konfirmasi lanjutan kepada Dinas PUPR Kota Madiun dilakukan pada Senin (18/05/2026). Namun konfirmasi terhenti di bagian resepsionis kantor.
Saat itu, pihak resepsionis menyampaikan bahwa Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR sedang berada di luar kota.
“Pak Plt sedang luar kota, Surabaya,” ujar petugas resepsionis.
Namun sekitar 10 menit kemudian, Plt Kepala Dinas PUPR terlihat keluar dari ruangan kantor dan meninggalkan lokasi menggunakan mobil dinas yang terparkir di depan kantor.
Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi dari Dinas PUPR Kota Madiun terkait kondisi sejumlah titik bangunan IPLT yang mengalami ambles maupun progres operasional penuh fasilitas tersebut.
Di tengah harapan peningkatan layanan sanitasi kota, publik tentu berharap proyek bernilai miliaran rupiah tak hanya selesai di atas papan tender, tetapi juga benar-benar kokoh saat diuji waktu dan cuaca.

