CARUBAN, TENDENSIUS — Bau menyengat dan kondisi aliran irigasi yang diduga tercemar menjadi sorotan di kawasan Caruban, Kabupaten Madiun. Ketua LSM Gempur DPD Jawa Timur, M. Fauzan, meminta persoalan tersebut tidak dianggap sebagai sekadar persoalan bau atau pemandangan yang mengganggu.

Menurut Fauzan, sumber limbah yang diduga berasal dari aktivitas rumah makan mengalir ke saluran irigasi dan menimbulkan bau cukup menyengat. Yang membuat persoalan dinilai semakin ironis, aliran tersebut berada di kawasan yang bersinggungan dengan fasilitas publik.

“Ini bukan sekadar soal bau. Ini aliran irigasi yang tercemar dan melintas di sekitar pintu keluar-masuk RSUD Caruban,” kata Fauzan, Senin (12/10/2026).

Tak berhenti di kawasan rumah sakit, menurutnya aliran irigasi tersebut juga melintas menuju kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Madiun (Puspem). Puspem Caruban sendiri menjadi pusat aktivitas pemerintahan Kabupaten Madiun.

Fauzan mempertanyakan pengawasan terhadap persoalan lingkungan tersebut. Terlebih, lokasi yang menjadi sorotan disebutnya tidak berada jauh dari instansi yang memiliki kewenangan di bidang lingkungan hidup.

“Yang bikin miris, jaraknya dengan kantor Dinas Lingkungan Hidup disebut hanya sekitar 400 meter. Masa bau limbah bisa lebih cepat sampai ke hidung warga daripada laporan sampai ke meja pejabat?” ketus Fauzan.

Ia meminta DLH Kabupaten Madiun segera turun melakukan pengecekan lapangan, termasuk menelusuri sumber aliran, kondisi kualitas air, serta memastikan apakah aktivitas yang menghasilkan limbah tersebut telah memenuhi ketentuan pengelolaan lingkungan.

“Jangan sampai pemerintah punya kantor yang dekat dengan sumber persoalan, tetapi penanganannya justru terasa jauh,” ujarnya.

Dari dokumentasi yang diperoleh, kondisi saluran memperlihatkan aliran berwarna gelap dengan sejumlah sampah dan material lain di sepanjang jalur irigasi. Namun, kondisi visual tersebut belum dapat menjadi kesimpulan mengenai jenis maupun sumber pencemar tanpa pemeriksaan dan pengujian lebih lanjut.