NGAWI, TENDENSIUS – Pernyataan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ngawi terkait pengamanan Proyek Rekonstruksi Jalan Kendung–Pojok senilai Rp6.575.442.717 semakin jelas. Setelah Kepala Dinas PUPR Mohammad Sadli menyebut pekerjaan rigid beton semestinya dilakukan dengan penutupan total jalan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek sekaligus Kepala Bidang Bina Marga PUPR Ngawi, Muhammad Fauzi Amir Rahman, juga menyampaikan hal senada.
Saat dikonfirmasi awak media, Fauzi mengakui bahwa secara teknis pekerjaan rigid beton memang seharusnya disertai penutupan penuh akses kendaraan.
“Memang seharusnya akses tersebut tutup total,” ujar Fauzi, Senin (29/06/2026).
Menanggapi temuan awak media terkait penggunaan tali rafia sebagai pembatas area kerja, Fauzi mengatakan pihaknya telah memberikan teguran kepada pelaksana proyek agar segera melakukan perbaikan pengamanan di lapangan.
“Tapi untuk tali rafia sudah kita tegur, hari ini biar diganti,” katanya.
Selain itu, Fauzi juga memastikan material urug yang masih berada di sekitar badan jalan akan segera dipindahkan agar tidak mengganggu pengguna jalan.
“Urugan berem juga biar segera dipinggirkan,” tambahnya.
Tak hanya itu, Fauzi menyatakan pihaknya akan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap seluruh paket pekerjaan jalan yang sedang berjalan di Kabupaten Ngawi, termasuk proyek Rekonstruksi Jalan Kendung–Pojok.
“Hari ini juga kita akan monev seluruh paket jalan, termasuk Kendung–Pojok,” tegasnya.
Sebelumnya, Direktur CV Jasa Karya, Sunaryo, mengakui pelaksanaan pekerjaan belum sepenuhnya sempurna. Menurutnya, akses jalan tidak ditutup 100 persen karena mempertimbangkan aktivitas perekonomian masyarakat di sekitar lokasi. Ia juga menyebut pihaknya telah berupaya memasang rambu-rambu dan melakukan penutupan sebagian jalur untuk meminimalkan risiko.
Pernyataan PPK tersebut menjadi tindak lanjut atas penggunaan tali rafia sebagai pembatas area kerja, tidak ditemukannya traffic cone maupun water barrier di sejumlah titik, serta masih adanya material urug yang berada di bahu hingga badan jalan.

