Sepanjang tahun 2025, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menggelar 115 kali sosialisasi keselamatan perlintasan sebidang sebagai respons atas masih tingginya jumlah perlintasan yang berisiko di wilayah operasionalnya.

Data KAI Daop 7 Madiun mencatat terdapat 216 perlintasan sebidang, dengan 31 perlintasan belum dijaga dan 4 di antaranya merupakan perlintasan tidak resmi (liar). Kondisi ini menempatkan perlintasan sebidang sebagai salah satu titik rawan kecelakaan paling krusial di jalur perkeretaapian.

Secara matematis, frekuensi sosialisasi yang dilakukan KAI berarti rata-rata dua perlintasan menjadi fokus edukasi setiap bulan, di tengah meningkatnya intensitas perjalanan kereta api dan kepadatan lalu lintas jalan raya.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan bahwa edukasi keselamatan menjadi instrumen penting untuk menutup celah risiko tersebut.

“Keselamatan di perlintasan sebidang bukan hanya menjadi tanggung jawab KAI, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan kedisiplinan seluruh pengguna jalan. Melalui sosialisasi yang rutin dan masif, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya mematuhi rambu, sinyal, serta mendahulukan perjalanan kereta api,” ujar Tohari.

Berdasarkan sebaran wilayah, sosialisasi paling intens dilakukan di daerah dengan kepadatan jalur dan aktivitas masyarakat tinggi, seperti Kabupaten Kediri (27 kali), Kota Kediri (25 kali), Kabupaten Ngawi (16 kali), serta Kabupaten Nganjuk (13 kali). Wilayah lain seperti Kota Madiun, Magetan, dan Tulungagung tetap menjadi perhatian meski frekuensi kegiatan lebih terbatas.

Dari sisi penjagaan, 185 perlintasan telah dijaga, dengan rincian 89 oleh Dinas Perhubungan, 76 oleh KAI, dan 20 secara swadaya masyarakat. Namun keberadaan 31 perlintasan tidak dijaga masih menjadi tantangan besar dalam menekan potensi kecelakaan.

Tohari menambahkan, sosialisasi keselamatan dilaksanakan melalui kolaborasi lintas sektor bersama Dishub, Polri, komunitas pecinta kereta api, serta mahasiswa Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun agar pesan keselamatan menjangkau lapisan masyarakat lebih luas.

Di tengah kondisi tersebut, KAI Daop 7 Madiun terus mengimbau masyarakat untuk selalu berhenti sejenak, menengok kiri dan kanan, serta memastikan jalur benar-benar aman sebelum melintas di perlintasan sebidang.(*)