Aksi arogan seorang pengemudi mobil Daihatsu Ayla hitam terhadap pemotor perempuan viral di media sosial. Korban, Lutvia Indriana (33), guru PJOK SD di Kota Mojokerto, memilih tidak melawan meski dimaki dan anaknya menjadi korban kekerasan.
Peristiwa terjadi di Jalan Empunala, Kota Mojokerto, Rabu (15/4). Lutvia mengaku dimaki selama sekitar 30 menit oleh seorang ibu muda (bumud) yang merasa jalurnya dipotong di Simpang Empat Sekarsari.
Tak hanya melontarkan kata-kata kasar, pelaku juga melakukan tindakan fisik, mulai dari menoyor kepala anak korban berinisial MAH (9) sebanyak dua kali, menyiram air, memukul helm, hingga menyolok mata kanan korban. Bahkan, kunci sepeda motor sempat dirampas.
Meski diperlakukan kasar, Lutvia tetap menahan diri.
“Kalau saya membalas umpatan dia, membalas pakai tangan, takutnya menjadi contoh buruk bagi anak saya. Karena anak saya tidak pernah mendengar kata-kata kasar seperti itu. Belum lagi kalau ada yang merekam video, mencuat di medsos, masyarakat akan tahu, apalagi saya sebagai pendidik,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).
Menurut Lutvia, dirinya sudah meminta maaf meski tidak merasa bersalah. Namun pelaku terus memaki dan menantang untuk menyelesaikan persoalan hingga ke polisi.
“Padahal saya sudah minta maaf, respons dia maaf saja tidak cukup, dia menantang lapor polisi kalau saya tidak terima,” jelasnya.
Situasi baru mereda setelah pelaku meninggalkan lokasi. Lutvia dan anaknya pulang setelah dijemput suaminya. Akibat kejadian itu, sang anak mengalami trauma dan ketakutan.
Lutvia berharap pelaku mendapat efek jera agar kejadian serupa tidak terulang.
“Harapannya biar mbaknya ada efek jera. Kalau dia di jalan jangan sampai seperti ini lagi. Karena bahaya juga, itu kan sama seperti sudah ke kriminal,” tandasnya.



