Di tengah rutinitas administratif yang kerap identik dengan meja dan berkas, ada cara lain yang dipilih Pemerintah Desa Kradinan, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun dalam menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa 2026.
Bukan sekadar menunggu di balai desa, Kepala Desa Kradinan, Supriono, justru mengambil jalan yang barangkali terlihat sederhana, namun jarang: mendatangi langsung warganya.
Sebanyak 12 keluarga penerima manfaat menerima bantuan sebesar Rp900 ribu untuk alokasi tiga bulan. Angka yang mungkin bagi sebagian orang hanyalah nominal, namun bagi sebagian lainnya, bisa menjadi jeda napas di tengah kebutuhan harian.
“Jumlah penerima 12 orang,” ujar Supriono.
Namun cerita tak berhenti di angka. Di antara penerima, ada mereka yang bahkan untuk sekadar datang ke balai desa pun menjadi perkara sulit. Tiga di antaranya Mbah Mariati (RT 03), Mbah Nurul (RT 10), dan Purnanik (RT 27) harus tinggal di rumah, menunggu kabar yang belum tentu datang. Di titik itulah, keputusan diambil.
“Yang tidak bisa dihadirkan ke balai desa karena kondisi fisik yang tidak memungkinkan ada 3 orang, kita antarkan ke rumahnya,” ungkapnya.
Tanpa iring-iringan, tanpa protokol berlebih, bantuan itu sampai bersama sapaan, dan mungkin sedikit rasa bahwa negara, setidaknya hari itu benar-benar hadir.
Langkah door to door itu mungkin terdengar biasa. Namun di banyak tempat, yang biasa justru sering tak dilakukan.
“Semoga bermanfaat, dipergunakan dengan sebaik-baiknya,” pungkas Supriono.
Dan di balik angka Rp900 ribu itu, ada sesuatu yang tak tercatat dalam laporan: senyum yang diantar langsung ke rumah warga.



