tendensius.com/, Mojokerto | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mojokerto bersama Badan Penanggulan Bencana Daerah Lamongan, Universitas Muhamadiyah Lamongan dan Pemerintahan Desa Sendangrejo beserta stakeholder lakukan penanaman di Kawasan Hutan Lindung petak 27G BKPH Ngimbang KPH Mojokerto dalam rangka Gerakan Mitigasi Bencana dengan Program Optimalisasi Tanaman Ekologis Nasional Semangat Inisiatif Bersama disingkat POTENSI, Sabtu (04/01/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Administratur Mojokerto Barat, M. Sabri Madjid, Asper Ngimbang, Wargono beserta jajaran, Kepala Bidang Bencana dan Kesiapsiagaan Lamongan, Gunawan, Dosen Keperawatan UMLA, Nur Hidayati beserta mahasiswa, Perwakilan Cabang Dinas Kehutanan Bojonegoro, Kepala Desa Sendang Rejo beserta perangkat desa dan masyarakat sekitar hutan.

Kepala KPH Mojokerto melalui Wakil Administratur Mojokerto Barat, M. Sabri Madjid menyampaikan Kegiatan ini merupakan wujud sinergitas atara Perhutani dengan Stakeholder dalam upaya mitigasi bencana, melalui penanaman dengan jenis tanaman Multipurpose Tree Species (MPTS) dapat memberikan manfaat dari segi ekologi yaitu meningkatkan penyerapan air dalam tanah, mengurangi aliran permukaan dan erosi, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar, ujarnya.

Kepala Bidang Bencana dan Kesiapsiagaan Lamongan, Gunawan, dalam kesempatan itu menjelaskan, “Pentingnya kesiapsiagaan bencana alam dalam mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian, dalam pertolongan korban dan penanggulangan bencana dengan memperhatikan keselamatan korban, petugas, keamanan lingkungan serta pendekatan interdisiplin yang sangat berguna pada saat terjadinya bencana,” kata Gunawan.

Sementara itu, Dosen Keperawatan UMLA, Nur Hidayati, menjelaskan Selain ilmu keperawatan mahasiswa harus di bekali dengan ilmu tentang lingkungan serta pengetahuan dalam mencegah terjadinya bencana alam.

Nur Hidayati juga mengucapkan terimakasih kepada Perhutani dan semua pihak dalam kegiatan ini. “Semoga memberikan manfaat dalam rangka mencegah terjadinya bencana alam,” pungkasnya.(red)