Pemerintah Desa Cabean, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun menjalankan program peternakan kambing sebagai bagian dari kegiatan tahun anggaran 2026 dalam upaya memperkuat ketahanan pangan desa.

Program tersebut sejalan dengan kebijakan nasional yang menempatkan ketahanan pangan sebagai salah satu pilar utama dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto periode 2024–2029 untuk mewujudkan kemandirian, kedaulatan, dan kesejahteraan bangsa.

Kepala Desa Cabean, Muhammad Soleh, mengatakan program ketahanan pangan melalui peternakan kambing dirancang untuk meningkatkan ketersediaan protein hewani sekaligus memberdayakan perekonomian masyarakat desa.

“Program ketahanan pangan peternakan kambing bertujuan meningkatkan ketersediaan protein hewani, memberdayakan ekonomi masyarakat desa, dan memanfaatkan potensi lokal secara berkelanjutan,” ujar Muhammad Soleh, Jumat (13/03/2026).

Ia menjelaskan, peternakan kambing dipilih karena memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya adaptabilitas yang tinggi terhadap lingkungan, perputaran modal yang relatif cepat, serta menghasilkan manfaat ganda seperti daging, susu, dan pupuk.

Menurutnya, program ini juga diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam upaya pengurangan kemiskinan ekstrem di tingkat desa.

“Maksud dari program ini adalah mengoptimalkan pemanfaatan Dana Desa, untuk memberdayakan kelompok tani maupun kelompok ternak melalui budidaya kambing guna memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi desa,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, program tersebut meliputi pembangunan kandang, pengadaan kambing, penyediaan pakan, pengadaan alat-alat peternakan, mesin pencacah pakan (chopper), serta pembangunan gudang penyimpanan alat dan fasilitas pendukung seperti kamar mandi.

Melalui program ini, Pemerintah Desa Cabean menargetkan sejumlah capaian, di antaranya peningkatan gizi dan ketersediaan pangan masyarakat, penguatan kemandirian ekonomi desa, pemberdayaan masyarakat melalui budidaya peternakan, serta pengentasan kemiskinan.

Muhammad Soleh menambahkan, potensi sumber daya lokal menjadi salah satu faktor utama yang mendukung keberhasilan program tersebut.

“Kambing mudah beradaptasi dengan lingkungan dan pakan yang ada di sekitar, termasuk pakan hijauan maupun limbah pertanian yang banyak tersedia di desa,” pungkasnya.