Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan resmi melaunching metode Gasing (Gampang, Asyik, Menyenangkan). Bertempat gedung hotel Aston, seremonial pembukaan digelar, Senin (14/07/2025).

Metode Gasing adalah metode pembelajaran matematika yang digagas oleh Prof. Yohanes Surya, yang bertujuan untuk membuat matematika menjadi lebih mudah, asyik, dan menyenangkan bagi siswa. Singkatan Gasing sendiri merupakan kepanjangan dari Gampang, Asik, dan Menyenangkan.

Hadir dalam acara, Bupati Madiun Hari Wuryanto, Kadis Dindik Siti Zubaidah, Asisten Pemerintahan Soedjiono, Kepala OPD, Camat, Kepala Sekolah, Guru dan puluhan peserta didik di tingkat SD.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Siti Zubaidah mengatakan metode Gasing ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan Indeks Pendidikan (IP) di Kabupaten Madiun.

“Kita memiliki target peningkatan Indeks Pendidikan sesuai RPJMD. Banyak cara, banyak metode, banyak upaya untuk mencapainya. Metode Gasing ini merupakan salah satu upaya disamping upaya-upaya yang lain,” terang Siti.

Pentingnya metode Gasing tersebut, lanjut Siti, dapat mengubah cara siswa memahami konsep matematika yang sering dianggap sulit menjadi lebih mudah, menarik, dan menyenangkan. Harapannya, dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Madiun.

“Mudah-mudahan ini nanti bisa meningkatkan Indeks numerasi yang menjadi tolak ukur mutu pendidikan,” imbuhnya.

Bupati Madiun bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta seluruh undangan acara launching metode Gasing

Di tempat yang sama, Bupati Madiun Hari Wuryanto mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Menurutnya, penerapan metode gasing ini merupakan salah satu inovasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Bagi guru dan para siswa.

“Berbicara tentang numerasi, ini merupakan salah satu pondasi utama dalam peningkatan mutu pendidikan. Matematika tidak hanya diperlukan dalam dunia akademik tapi juga dalam kehidupan sehari-hari dalam berpikir logis kritis dan sistematis,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati berpesan agar para guru senantiasa mengaplikasikan metode ini dengan tulus dan ikhlas.

“Inovasi luar biasa ini harus diterapkan dengan tulus dan ikhlas. Persepsi itu harus disamakan. Metode belajar riang gembira, gurunya pun harus senang,” imbuh Bupati.

“Kami pesen kepada seluruh peserta pelatihan, baik guru maupun siswa agar mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Serap ilmu sebanyak-banyaknya. Berdiskusi secara aktif dan terapkan dalam pembelajaran maupun kegiatan belajar di sekolah masing-masing. Mudah-mudahan, upaya ini dapat meningkatkan Indeks Pendidikan di Kabupaten Madiun,” pungkas Bupati.