Tendensius.com, Madiun – Pergerakan verifikasi PIN Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Timur 2026 di Kabupaten Madiun terus berlangsung. Namun, data pembaruan per 5 Juni 2026 pukul 12.00 WIB menunjukkan kesenjangan capaian antar sekolah masih cukup mencolok.

Di kelompok teratas, SMKN 1 Kebonsari memimpin dengan 556 PIN terverifikasi, disusul SMKN 1 Wonoasri sebanyak 546 PIN, dan SMA Negeri 1 Geger dengan 519 PIN.

Ketiga sekolah tersebut telah menembus angka 500 PIN, menunjukkan proses verifikasi berjalan relatif cepat dibanding sekolah lain.

Sebaliknya, tiga sekolah dengan capaian verifikasi terendah masih berada jauh di bawah angka tersebut. SMKN 1 Jiwan tercatat baru mencapai 63 PIN terverifikasi, SMA Negeri 1 Saradan sebanyak 81 PIN, dan SMA Negeri 1 Wungu sebanyak 177 PIN.

Jika dibandingkan dengan pemimpin klasemen sementara, selisih antara SMKN 1 Kebonsari dan SMKN 1 Jiwan mencapai 493 PIN. Angka yang menunjukkan bahwa ritme verifikasi antar sekolah belum berjalan seragam.

Meski demikian, data antrean memperlihatkan proses masih terus berjalan. SMA Negeri 1 Wungu masih memiliki 20 antrean, SMKN 1 Jiwan 45 antrean, dan SMA Negeri 1 Saradan 43 antrean yang menunggu penanganan.

Sementara itu, sekolah-sekolah papan atas juga masih menerima tambahan berkas. SMKN 1 Kebonsari mencatat 63 PIN ditangani pada hari yang sama, SMKN 1 Wonoasri 131 PIN, dan SMA Negeri 1 Geger 42 PIN.

Fenomena ini memperlihatkan dua wajah berbeda dalam proses verifikasi SPMB Kabupaten Madiun. Di satu sisi terdapat sekolah yang bergerak cepat hingga menembus 500 PIN, sementara di sisi lain masih ada sekolah yang belum menyentuh angka 100 PIN terverifikasi.

Dengan tahapan SPMB yang terus berjalan, percepatan verifikasi menjadi faktor penting agar calon murid tidak terhambat memasuki fase pendaftaran berikutnya. Data berikutnya akan menjadi indikator apakah kesenjangan tersebut mulai menyempit atau justru semakin melebar.