Tendensius.com, Kota Madiun – Peta verifikasi PIN Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Timur 2026 di Kabupaten Madiun memperlihatkan ritme yang tidak seragam antar sekolah. Ada yang melaju bak mesin diesel tanpa banyak suara namun konsisten menuntaskan pekerjaan, ada pula yang masih terlihat mengayuh perlahan layaknya sepeda ontel di tanjakan.
Berdasarkan data pembaruan per 5 Juni 2026 pukul 09.45 WIB, tiga sekolah dengan capaian verifikasi PIN tertinggi adalah SMKN 1 Kebonsari dengan 522 PIN terverifikasi, SMAN 1 Geger dengan 508 PIN, dan SMKN 1 Wonoasri dengan 490 PIN.
Di sisi lain, tiga sekolah dengan jumlah PIN terverifikasi terendah masih ditempati SMKN 1 Jiwan sebanyak 62 PIN, SMAN 1 Saradan sebanyak 77 PIN, dan SMAN 1 Wungu sebanyak 169 PIN.
Jika dibandingkan, selisih antara posisi teratas dan terbawah cukup mencolok. SMKN 1 Kebonsari telah menembus angka 522 PIN, atau lebih dari delapan kali lipat capaian SMKN 1 Jiwan yang masih berada di angka 62 PIN.
Meski jumlah pendaftar dan kondisi tiap sekolah tidak selalu sama, data ini menunjukkan adanya perbedaan kecepatan penyelesaian verifikasi yang cukup lebar. Saat sejumlah sekolah sudah berhasil menyelesaikan ratusan berkas, sebagian lainnya masih berkutat pada puluhan hingga seratusan PIN terverifikasi.
Menariknya, sekolah dengan capaian verifikasi rendah belum tentu memiliki antrean yang ringan. SMKN 1 Jiwan masih menyisakan 61 antrean, sementara SMAN 1 Saradan memiliki 63 antrean dan SMAN 1 Wungu 26 antrean yang masih harus diproses.
Di kubu papan atas, pekerjaan juga belum sepenuhnya selesai. SMKN 1 Kebonsari masih memiliki 33 antrean, SMAN 1 Geger 40 antrean, dan SMKN 1 Wonoasri 71 antrean. Namun dengan akumulasi verifikasi yang sudah mendekati atau bahkan melampaui 500 PIN, ketiganya untuk sementara menjadi lokomotif pelayanan SPMB di Kabupaten Madiun.
Data tersebut tentu bukan untuk menentukan siapa yang terbaik atau terburuk, melainkan menjadi gambaran bahwa kapasitas pelayanan antar sekolah masih menunjukkan variasi yang cukup lebar. Sebab dalam perlombaan melayani calon peserta didik, publik tidak hanya melihat siapa yang sampai lebih dulu, tetapi juga siapa yang mampu menjaga laju hingga garis akhir.
Sementara proses verifikasi masih berlangsung, papan klasemen SPMB Kabupaten Madiun hari ini seolah menghadirkan dua gambaran berbeda: ada yang sudah melaju dengan tenaga mesin diesel, dan ada yang masih mengandalkan kayuhan sepeda ontel. Waktu yang akan menentukan apakah jarak itu semakin melebar atau justru berhasil dipangkas menjelang penutupan tahapan verifikasi.

