Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dolopo menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan visi misi Madiun Bersahaja (Bersih, Sehat, Sejahtera). Hari ini, RSUD yang dinakhodai plt. Dirut dr Selly Fitriani itu, kembali memberikan pelayanan Metode Operasi Wanita (MOW) kepada puluhan calon akseptor, Rabu (21/05/2025).

Dilansir dari situs resmi Kemenkes, MOW adalah prosedur sterilisasi pada wanita yang bertujuan untuk mencegah kehamilan permanen. Faktanya, MOW merupakan kontrasepsi terbaik dan bisa menurunkan risiko kanker ovarium. MOW atau yang bisa juga disebut tubektomi adalah prosedur pemotongan atau pengikatan tuba falopi (saluran indung telur).

Sebelum pelayanan MOW, RSUD Dolopo kedatangan tamu kehormatan, yakni Bupati Madiun Hari Wuryanto. Kedatangan orang nomor satu di kampung pesilat tersebut dalam rangka meninjau langsung pelayanan MOW di RSUD Dolopo.

Semenjak April lalu, MOW di RSUD Dolopo ditangani langsung oleh ahlinya, dr. Nur Agung Sp.OG. Dengan demikian, para calon akseptor MOW tak perlu merasa was-was dalam mendapatkan pelayanan.

Sebelum melakukan peninjauan, Bupati berinteraksi langsung dengan para calon akseptor MOW. Menurutnya, keluarga berencana menjadi salah satu faktor terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Perencanaan yang baik, akan menghasilkan tujuan yang baik pula.

“Dalam rumah tangga, tentunya harus direncanakan dengan baik agar ke depan bisa bahagia dan sejahtera,” terang Bupati.

Keputusan MOW yang diambil, lanjut Bupati, wajib didasari kesepakatan antara pasutri.

“Para ibu-ibu yang memutuskan metode ini, tentu harus atas izin suami dan tanpa ada tekanan maupun paksaan,” tambahnya.

Sesuai dengan Asta Cita Presiden RI, masyarakat Indonesia harus bebas dari kemiskinan. Dalam hal ini, sesuai dengan visi misi Kabupaten Madiun Bersahaja, yaitu bersih, sehat dan sejahtera.

“Asta Cita Pak Prabowo, bebas kemiskinan itu berarti sejahtera. Harapan kami, masyarakat Madiun senantiasa sehat dan sejahtera. Perencanaan rumah tangga yang baik, InsyaAllah akan menjadikan keluarga sejahtera,” pungkasnya.

Sementara itu, puluhan warga yang hadir menjadi peserta MOW berasal dari beberapa Kecamatan di Kabupaten Madiun. Mayoritas, yang menjadi faktor pendorong untuk MOW ini adalah usia. Selain itu, juga ada yang berdalih sudah lelah dengan KB suntik dan KB lainnya.