MADIUN, TENDENSIUS — Jantung bekerja tanpa mengenal hari libur. Ia berdetak sejak manusia membuka mata hingga kembali terlelap. Namun ketika organ vital itu mulai mengirimkan alarm, masih banyak orang yang memilih bernegosiasi dengan gejala.
“Sebentar, mungkin cuma kecapekan.”
“Paling masuk angin.”
“Nanti juga reda.”
Padahal, untuk gejala yang mengarah pada serangan jantung, kata “nanti” bisa menjadi keputusan yang mahal.
Pesan kewaspadaan itu disampaikan Direktur RSUD Kota Madiun, dr. Muhammad Nur, M.M., Sp.OG., melalui dr. Mahendria Sukmana, Sp.JP, dalam edukasi kesehatan RSUD Kota Madiun.
Melalui materi Dokter Tips, masyarakat diajak mengenali tanda awal serangan jantung dan tidak menunggu kondisi menjadi semakin berat.
Nyeri Dada, Jangan Asal Ditebak
Salah satu tanda yang perlu diwaspadai adalah nyeri atau rasa tidak nyaman pada dada. Keluhannya dapat terasa seperti tertekan, terbakar atau diremas.
Nyeri tersebut juga dapat menjalar ke lengan kiri, punggung, leher, rahang hingga perut bagian atas.
Menurut edukasi RSUD Kota Madiun, nyeri dada akibat serangan jantung umumnya berlangsung lebih dari beberapa menit dan tidak membaik hanya dengan beristirahat.
Alarm tubuh juga dapat muncul dalam bentuk sesak napas, mudah lelah, pusing atau merasa akan pingsan, hingga keringat dingin.
Artinya, tubuh sebenarnya sudah mengirim pesan.
Persoalannya, manusia kadang lebih cepat mencari alasan daripada mencari pertolongan.
Jangan Tunggu Alarm Terakhir
RSUD Kota Madiun mengingatkan masyarakat segera menuju IGD apabila nyeri dada berlangsung lebih dari 10 menit, semakin berat atau tidak membaik.
Kewaspadaan semakin penting apabila keluhan disertai sesak napas, keringat dingin, pusing, mual maupun muntah.
Risiko juga perlu diperhatikan pada mereka yang memiliki faktor seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, kebiasaan merokok, usia di atas 40 tahun atau riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
Ketika gejala muncul, aktivitas perlu dihentikan dan penderita dibantu beristirahat dalam posisi nyaman, terutama setengah duduk. Bantuan medis juga perlu segera dicari.
RSUD Kota Madiun turut memberikan edukasi mengenai aspirin 160–325 mg jika tersedia, dengan penggunaannya tetap mempertimbangkan kondisi pasien dan arahan tenaga medis.
Perang Melawan Penyakit Dimulai Sebelum Serangan
Namun menjaga jantung bukan perkara menunggu dada terasa sakit.
Pertahanan justru dimulai ketika seseorang masih merasa sehat: pola makan lebih baik, aktif bergerak, menghindari rokok dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Jantung tidak pernah meminta banyak. Ia hanya meminta dijaga, sebelum akhirnya mengirimkan alarm yang tak bisa lagi diabaikan.
Melalui edukasi tersebut, RSUD Kota Madiun mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh sinyal dari tubuh.
Sebab ketika jantung mulai memberi tanda, yang dibutuhkan bukan keberanian untuk menunggu, melainkan keberanian untuk bertindak.
Kenali tandanya. Jangan abaikan alarmnya. Segera cari pertolongan. Sebelum jantung benar-benar “menyerah”.


