Tendensius.com, Madiun – Klinik Yepa Husada Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun menegaskan komitmennya dalam pengelolaan limbah medis sesuai standar lingkungan di tengah persoalan penutupan sejumlah TPS di wilayah Kabupaten Madiun.
Direktur Klinik Yepa Husada, Ahmad Pamuji mengaku turut prihatin atas ditutupnya TPA Kaliabu maupun beberapa TPS desa, termasuk TPS di Desa Kaibon.
“Untuk limbah medis, kami patuh. Ada MoU dengan PT Triata dan PT Artama sebagai pihak ketiga. Seminggu tiga kali diambil,” terang Ahmad Pamuji, Selasa (12/5/2026).
Menurutnya, pihak klinik juga telah menyediakan tempat penampungan sementara (TPS) khusus limbah medis sebelum diangkut oleh perusahaan pengelola limbah berizin.
“Sebelum diangkut, kita juga sediakan TPS khusus untuk limbah medis,” ujarnya.
Tak hanya itu, pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di klinik tersebut juga disebut rutin dilakukan, termasuk pengujian laboratorium terhadap baku mutu limbah B3 guna memastikan keamanan terhadap lingkungan sekitar.
“IPAL kita juga rutin dibersihkan, termasuk uji lab limbah (B3) terhadap baku mutu untuk memastikan bahwa limbah yang dihasilkan aman bagi lingkungan,” jelasnya.
Namun Pamuji mengakui, kendala saat ini justru berada pada pengelolaan limbah non medis setelah TPS Kaibon ditutup pada awal bulan ini.
“Kendala justru pada limbah non medis, TPS Kaibon tutup awal bulan ini. Untuk sementara kita buang ke TPS Pagotan,” katanya.
Ia menambahkan, pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah mengarahkan fasilitas kesehatan untuk menjalin kerja sama dengan TPS3R. Hanya saja, di wilayah Kecamatan Geger belum tersedia fasilitas tersebut.
“Dari DLH diarahkan untuk MoU dengan TPS3R. Sedangkan di wilayah Kecamatan Geger sini gak ada, adanya di Banjarsari Dagangan,” ungkapnya.
Saat ini, pihak klinik mengaku mulai melakukan koordinasi dengan TPS3R di wilayah Dagangan sebagai solusi jangka panjang pengelolaan sampah non medis.
“Ini sudah mulai koordinasi dengan TPS3R Dagangan. Kami pun siap mengangkut sampah non medis ke sana,” pungkasnya.
Di tengah persoalan penutupan TPS yang mulai berdampak pada berbagai sektor layanan publik, langkah cepat fasilitas kesehatan dalam menjaga standar pengelolaan limbah menjadi perhatian tersendiri. Sebab bagi layanan kesehatan, persoalan sampah bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga menyangkut kepercayaan dan keamanan lingkungan masyarakat sekitar.

