Bupati Madiun H. Hari Wuryanto meresmikan Kampung Literasi dan Kampung Saham Syariah Pondok Pesantren Al Najah di Desa Sambirejo, Sabtu (28/2/2026). Peresmian ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Madiun dalam mendorong transformasi digital dan penguatan ekonomi syariah berbasis pendidikan.
Dalam sambutannya, Bupati menilai inisiatif pesantren tersebut sebagai langkah strategis memperluas literasi keuangan syariah di tengah masyarakat. Ia menegaskan, pengenalan trading syariah di lingkungan pesantren merupakan bentuk digitalisasi ekonomi yang inklusif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Pesantren hari ini tidak lagi dipandang tradisional. Ini adalah pusat literasi finansial dan teknologi yang mampu bersaing di era global,” tegasnya.
Bupati juga menekankan pentingnya integritas dan etika Islam dalam praktik pasar modal. Ia berharap para santri mampu menguasai mekanisme investasi syariah secara profesional, sekaligus menjadi pelopor peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pembina Ponpes Al Najah, Ustaz Rajaz, menyampaikan bahwa program ini mengintegrasikan pendidikan agama dengan praktik pasar modal syariah guna mencetak santri yang mandiri secara ekonomi.
Kegiatan ditutup dengan Diskusi Panel Pasar Modal Syariah yang menghadirkan para ahli keuangan untuk memberikan pemahaman terkait investasi yang aman dan halal.



