SPMB tingkat SMP di Kabupaten Madiun telah usai. Dalam prosesnya, beberapa lembaga mengalami overload pendaftar. Seperti yang terjadi di SMPN 1 Mejayan dan SMPN 1 Balerejo.

Dilansir dari web SPMB Kabupaten Madiun, data pendaftar SMPN 1 Mejayan mencapai angka 441, sementara pagu di SMP tersebut hanya 320. Kemudian SMPN 1 Balerejo, dengan pagu yang sama, jumlah pendaftar mencapai 421 siswa.

Dikonfirmasi hal ini, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agus Widi Agung menegaskan setiap lembaga dipastikan tidak bisa menampung diluar ketentuan. SMP dengan 10 rombel, maksimal pagu 320.

“Kembali kepada aturan main. Maksimal pagu untuk 10 rombel ya 320,” terang Agung, Senin (07/07/2025).

Sebagai solusi, lanjut Agung, ditawarkan SMP lain yang pagunya belum terpenuhi.

“Kan ada yang mundur, ganti sekolah. Tetep diseleksi sesuai aturan pagu. Selebihnya, akan diarahkan untuk memilih SMP terdekat yang belum memenuhi pagu,” tambahnya.

Melihat lonjakan pendaftar, tak menutup kemungkinan lembaga untuk menambah rombel. Kendati demikian, tak serta merta dilakukan dengan instan. Tetap melalui beberapa kajian dan berbagai evaluasi. Karena data peserta didik terkoneksi langsung dengan Dapodik.

“Bisa saja SMP-SMP yang pendaftarnya melonjak itu menambah rombel. Tapi ya tetap melalui mekanisme yang sudah diatur. Misalkan, dari evaluasi selama 2-3 tahun. Jika lonjakannya naik drastis, tak menutup kemungkinan rombel bisa ditambah. Sehingga, kuota pagu di lembaga tersebut turut bertambah,” pungkas Agung.