Dalam rangka memperingati “Hari Guru Nasional Tahun 2025” serta menumbuhkan apresiasi masyarakat terhadap guru sebagai pendidik dan teladan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun menyelenggarakan kegiatan Lomba Menulis Cerpen Murid SMP. Bertempat di Gedung Pertemuan Dinas Pendidikan, lomba ini digelar, Selasa (18/11/2025).

Hadir dalam kegiatan, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun, Nur Arif Indrokaryoto, tim penilai dan puluhan peserta bersama guru pendamping dari SMP Negeri Swasta se-Kabupaten Madiun.

Membuka acara, Arif menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan sarana atau wadah bagi putra didik, khususnya di tingkat SMP untuk berkreasi dan berekspresi. Rencananya, lomba akan digelar rutin setiap tahun sebagai bentuk apresiasi kepada pelajar di Kabupaten Madiun.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun Nur Arif Indrokaryoto membuka lomba menulis cerpen bertema Guruku Pahlawan Literasiku

“Kegiatan penulisan cerpen ini setiap tahun akan kita lakukan, yang mana semua ini bertujuan agar kita memberikan ruang apresiasi kepada anak-anak untuk berekspresi,” sambutnya.

Adapun peserta lomba, lanjut Arif, dari 52 satuan pendidikan SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten Madiun. Sementara mengenai tema lomba adalah “Guruku, Pahlawan Literasiku”. Tema tersebut disesuaikan dengan momentum Hari Guru Nasional.

“Pada lomba menulis cerpen ini, tema kita adalah Guruku Pahlawan Literasiku. Jadi, kita diajak untuk mengedepankan rasa terima kasih dan menghargai guru melalui karya sastra bahwa guru adalah pahlawan literasi yang menumbuhkan semangat membaca menulis dan berpikir kritis,” imbuh Arif.

Tema tersebut, juga mengandung arti bahwa guru tidak hanya berperan sebagai pendidik di kelas, tetapi juga sebagai sumber inspirasi, motivasi, dan pemicu semangat membaca, menulis, dan berpikir kritis dalam diri murid. Melalui bimbingan guru, siswa belajar mengenal dunia melalui literasi, mengembangkan nalar kritis, serta mengekspresikan gagasan dengan kata-kata.

Masih lanjut Arif, lomba ini bukan sekedar seremonial semata, bukan tentang juara melainkan menjadi wadah bagi peserta didik untuk menyalurkan minat dan bakatnya, terutama dalam keterampilan menulis kreatif, serta menumbuhkan rasa hormat dan bangga terhadap guru.

Dengan diselenggarakannya lomba ini, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis serta tertanamkan nilai karakter yang baik sehingga mereka bisa lebih menghargai peran guru dalam kehidupan.

“Juaranya nanti ada reward berupa medali, piagam dan uang pembinaan. Namun, tujuan utama lomba menulis cerpen ini bukan semata-mata pencarian juara, melainkan untuk menumbuhkan minat dan kemampuan murid dalam menulis karya sastra, menanamkan nilai-nilai karakter melalui kegiatan literasi dan meningkatkan apresiasi murid terhadap peran guru dalam kehidupan,” pungkasnya.