Komitmen memperkuat identitas Kabupaten Madiun sebagai Kampung Pesilat Indonesia terus digelorakan. Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar Sarasehan Paguyuban Kampung Pesilat Kecamatan Kebonsari di Gedung Seni Budaya dan Olahraga Desa Balerejo, Sabtu (14/02/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi, Kepala Bakesbangpol Hestu Wiradriawan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agus Sucipto, Camat Kebonsari Mukhlis Sarengat, unsur Forkopimcam, para kepala desa se-Kecamatan Kebonsari, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, serta ketua dan pengurus dari delapan perguruan pencak silat yang ada di wilayah tersebut.
Camat Kebonsari Mukhlis Sarengat menegaskan bahwa sarasehan menjadi ruang silaturahmi sekaligus penguatan komitmen menjaga kondusifitas wilayah. Dengan 14 desa di Kecamatan Kebonsari, ia menekankan pentingnya keselarasan program dari pemerintah pusat, provinsi, hingga daerah.
“Dengan implementasi Perbup Kampung Pesilat ini, semoga Kabupaten Madiun senantiasa kondusif dan Bersahaja (Bersih, Sehat, Sejahtera),” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi menegaskan bahwa implementasi Peraturan Bupati Nomor 48 Tahun 2025 tentang Kabupaten Madiun Kampung Pesilat Indonesia merupakan langkah strategis untuk menguatkan identitas daerah, menciptakan keamanan, serta mengembangkan budaya dan pariwisata.
Ia menyebutkan, dari total 14 perguruan di Kabupaten Madiun, delapan di antaranya berada di Kecamatan Kebonsari, yakni Persaudaraan Rasa Tunggal, Cempaka Putih, Tapak Suci, Pagar Nusa, IKS PI, SH Winongo, SH Terate, dan Pandan Alas. Wabup meminta seluruh perguruan segera melengkapi legalitas sebagai bentuk komitmen bersama menjaga ketertiban dan profesionalisme organisasi.
Pesan tegas juga disampaikan kepada para kepala desa agar tidak mudah terprovokasi pihak luar dan tetap sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat maupun daerah.
“Semua harus linier. Kecamatan Kebonsari harus menyukseskan program Bupati dan program Presiden,” tegasnya.
Wakil Bupati berharap sarasehan ini menjadi momentum mempererat persaudaraan antarpaguyuban serta menjaga harmoni sosial.
“Semoga kegiatan ini membawa manfaat. Karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat,” pungkasnya.
Melalui implementasi Perbup Kampung Pesilat Indonesia, Pemerintah Kabupaten Madiun menegaskan komitmennya membangun daerah yang harmonis, berbudaya, dan berdaya saing, dengan pencak silat sebagai warisan luhur yang membanggakan.



