Pemerintah Kabupaten Madiun kembali membahas terkait pengentasan kemiskinan melalui leading sektor dari Badan Perencanaan pembangunan, riset, inovasi daerah (BAPPERIDA) yang bertempat di Ruang IT, Selasa (9/12/2025).

turut hadir, Wakil Bupati Madiun, kepala BAPPERIDA selaku sekretaris Tim Penanggulangan Kemiskinanan, Sodiq Heri Purnomo., Kepala BPS Kabupaten Madiun, Wisma Eka Nurcahyanti, SST., MT. serta OPD terkait yang masuk dalam Tim Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Madiun.

Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi, MH sebagai ketua Tim Penanggulangan Kemiskinan menekankan pentingnya pengentasan kemiskinan merupakan efek-efek sosial yang luar biasa.

“kejahatan bisa timbul dari sebuah kebodohan, kebodohan itu pun bisa timbul dari sebuah awal mula kemiskinan. Jadi, kemiskinan ini banyak sekali menyebabkan efek samping yang negatif. sehingga kemiskinan harus kita selesaikan bersama-sama tanpa memandang dari mana.” Ucap wakil bupati.

Didalam kualitas hidup manusia ini kita mengenal anda namanya indeks pembangunan manusia ini adalah menentukan kualitas hidup daripada manusia yang dinilai dari 3 poin :

  1. Yang pertama itu adalah bahwa umur panjang berarti unsurnya kepada kesehatan
  2. Bagaimana pendidikannya karena orang yang punya pendidikan Insyaallah dia akan bisa keluar dari permasalahannya termasuk Pemberantasan kemiskinan yang ada di diri dan keluarga
  3. Yang ketiga yaitu tadi bahwa secara ekonomi secara kesejahteraan ini tiga indikator ini menentukan kualitas hidup manusia.

“Secara logika, disaat kita mampu mengurangi kemiskinan, berarti dengan kebijakan yang dibuat, kita mampu mengentaskan kemiskinan di kabupaten madiun,” Sambungnya.

Sedangkan menurut data BPS Kabupaten Madiun, tingkat kemiskinan mulai dari tahun 2021 – 2025 telah mengalami penurunan sebesar 1,51 poin, atau dari 11,91 turun menjadi 10,40.(*)