Tendensius.com, Madiun – Peta verifikasi PIN Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Timur 2026 di Kabupaten Madiun mulai menunjukkan percepatan signifikan. Sejumlah SMA dan SMK berhasil memangkas antrean harian hingga puluhan berkas. Namun di tengah tren tersebut, verifikasi SMA Negeri 1 Jiwan masih menjadi yang terendah di antara sekolah negeri lainnya.
Data per 4 Juni 2026 pukul 21.31 WIB menunjukkan SMA Negeri 1 Jiwan baru mencatat 18 PIN terverifikasi, dengan 15 PIN ditangani pada hari itu dan masih menyisakan 63 antrean yang menunggu proses verifikasi.
Posisi tersebut terpaut jauh dibanding sekolah-sekolah dengan capaian tertinggi. Di urutan atas, SMK Negeri 1 Kebonsari telah memverifikasi 493 PIN, disusul SMA Negeri 1 Geger dengan 477 PIN, serta SMK Negeri 1 Geger yang mencapai 442 PIN.
Bahkan jika dibandingkan dengan sekolah lain yang juga memiliki antrean cukup tinggi, capaian SMA Negeri 1 Jiwan masih terlihat kontras. Sekolah-sekolah tersebut telah menembus ratusan PIN terverifikasi, sementara SMA Negeri 1 Jiwan masih berada di angka belasan.
Meski demikian, jika dilihat dari jumlah antrean yang tersisa, SMA Negeri 1 Jiwan bukan lagi yang paling berat bebannya. Antrean terbesar justru tercatat di SMA Negeri 1 Nglames sebanyak 107 berkas, disusul SMK Negeri 1 Wonoasri sebanyak 97 berkas, dan SMA Negeri 1 Mejayan sebanyak 96 berkas.
Perbandingan dengan Kota Madiun juga menarik. Pada hari sebelumnya, sekolah-sekolah SMA dan SMK negeri di Kota Madiun rata-rata masih menghadapi antrean harian di kisaran 136 hingga 175 berkas. Namun capaian verifikasi mereka telah berada di rentang puluhan hingga ratusan PIN.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar satuan pendidikan di Kota Madiun maupun Kabupaten Madiun terus bergerak meningkatkan jumlah verifikasi. Di sisi lain, capaian SMA Negeri 1 Jiwan masih menjadi perhatian karena jaraknya cukup jauh dari sekolah-sekolah lain dalam hal total PIN terverifikasi.
Dengan tahapan verifikasi yang semakin mendekati fase penentuan jalur pendaftaran, kecepatan pelayanan menjadi faktor penting. Setiap keterlambatan verifikasi berpotensi memengaruhi calon murid yang harus segera menentukan pilihan sekolah pada tahapan berikutnya.
Data SPMB masih bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai proses verifikasi yang berlangsung di masing-masing satuan pendidikan. Namun hingga pembaruan terbaru malam ini, SMA Negeri 1 Jiwan masih tercatat sebagai sekolah dengan jumlah PIN terverifikasi paling sedikit di Kabupaten Madiun.

