Sebagai bentuk peran serta dalam penurunan angka stunting di Kabupaten Madiun, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Caruban menggelar koordinasi program jejaring pelayanan kesehatan. Acara tersebut bertempat di gedung Bumdesma Saradan, Kamis (11/09/2025).

Hadir dalam kegiatan, Direktur RSUD Caruban Farid Amirudin beserta jajaran, Kapuskesmas Saradan, Kapuskesmas Sumbersari, Kepala Desa se-Kecamatan Saradan dan para bidan se-Kecamatan Saradan.

Membuka acara, Farid menyampaikan bahwa kasus stunting merupakan ancaman serius bagi generasi penerus. Butuh sinergitas semua pihak dalam memeranginya.

“Mari kita bersama-sama menyelematkan generasi penerus kita dari stunting. Jangka panjangnya kurang baik dan berbahaya jika angka stunting terus meningkat,” terang Farid.

Keberadaan RSUD Caruban, lanjut Farid, akan berkomitmen untuk membantu menurunkan angka stunting, khususnya di wilayah Kabupaten Madiun.

“Ini merupakan kepedulian kami dari rumah sakit untuk turut membantu menurunkannya. Stunting dan wasting terpantau secara nasional. Jadi ini memang tanggung jawab kita bersama. Kami, Dinas Kesehatan, Pemerintah Desa juga para bidan desa,” imbuh Farid.

Prevalensi stunting di Indonesia memang mengalami tren turun. Catatan di tahun 2013, angka stunting diangka 37,2%. Kemudian 2018 sebesar 30,8%, 2019 27,7%, 2020 26,9%, 2021 24,4%, 2022 21,6% dan 2023 diangka 21,5%.

Direktur RSUD Caruban, drg. Farid Amirudin saat membuka acara koordinasi program jejaring pelayanan kesehatan

Masih lanjut Farid, RSUD Caruban adalah milik masyarakat Madiun. Untuk itu, pihaknya akan terus berkomitmen meningkatkan pelayanan. Tak hanya mengembangkan sarpras, tapi juga melakukan evaluasi secara berkala.

“Sesuai visi misi Pak Bupati, Madiun Bersahaja (Bersih, sehat dan sejahtera) kami akan terus berbenah. Berbagai keluhan akan kita tindaklanjuti. Saat ini kami ada Rabuan. Jadi setiap hari rabu, kita melakukan evaluasi, baik dari kritik saran langsung maupun kotak pengaduan. Kita evaluasi kinerja untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik untuk masyarakat Kabupaten Madiun,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Suharso selaku Sekcam Saradan sangat mengapresiasi pihak RSUD Caruban yang berkenan turun langsung ke wilayah Saradan. Menurutnya, kompleksitas permasalahan di Saradan sangatlah luar biasa, tanpa terkecuali kasus stunting.

“Berdasarkan data di Dukcapil Kabupaten Madiun 2024, di Kecamatan Saradan penduduknya lebih dari 70 ribu KK lebih. Dari 15 Kecamatan di Kabupaten Madiun, Saradan memiliki jumlah penduduk terbesar, sehingga kompleksitas permasalahan yang dihadapi sangat luar biasa,” terang Sekcam.

“Mudah-mudahan, kolaborasi antara Pemerintah Desa, Puskesmas, dan RSUD Caruban ini dapat menjadikan Kabupaten Madiun lebih baik serta mewujudkan visi misi Bupati yaitu Madiun bersih sehat dan sejahtera,” pungkasnya.