Ancaman vandalisme terhadap perjalanan kereta api masih menjadi persoalan serius dalam keselamatan transportasi publik nasional. Menyikapi hal tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menggencarkan langkah preventif dengan menyasar generasi muda melalui kegiatan Sosialisasi Keselamatan dan Keamanan Perjalanan Kereta Api di Madrasah MIS Al Fattah, Kabupaten Nganjuk, Jumat (6/2/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Tim Humas dan Tim Pengamanan (PAM) KAI Daop 7 Madiun ini diikuti sedikitnya 150 pelajar, serta dihadiri Kepala Sekolah MIS Al Fattah M. Munir Utama, S.Pd., M.Pd.I., bersama jajaran dewan guru. Program ini menjadi bagian dari upaya KAI membangun kesadaran keselamatan sejak usia dini di tengah masih tingginya potensi gangguan eksternal di jalur kereta api.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan bahwa pelibatan pelajar bukan sekadar kegiatan edukatif, melainkan investasi jangka panjang dalam menciptakan budaya keselamatan perkeretaapian secara nasional.

“Pelajar adalah agen perubahan keselamatan. Kami ingin menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap fasilitas publik. Melalui sosialisasi ini, kami berharap para siswa memahami bahwa tindakan sekecil apa pun di jalur KA, seperti bermain atau melempar batu, dapat berdampak fatal bagi keselamatan nyawa orang banyak,” ujar Tohari.

Dalam sosialisasi tersebut, Tim Humas memaparkan transformasi KAI dan inovasi layanan perkeretaapian, sementara Tim PAM memberikan penekanan tegas terkait larangan beraktivitas di jalur rel, bahaya pelemparan kereta, keselamatan di perlintasan sebidang, serta dampak vandalisme yang tidak hanya merusak fasilitas, tetapi juga mengganggu operasional dan membahayakan keselamatan penumpang.

Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan diakhiri dengan pembacaan Janji Komitmen Siswa, di mana ratusan pelajar bersama kepala sekolah dan dewan guru menyatakan kesediaan untuk tidak melakukan aksi vandalisme serta berperan aktif menjaga keamanan jalur kereta api di lingkungan sekitar.

“Sinergi antara KAI dan institusi pendidikan adalah kunci. Kami percaya dengan edukasi yang tepat, akan tercipta budaya disiplin di masyarakat. Karena pada akhirnya, keselamatan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkas Tohari.

Melalui pendekatan edukatif yang menyasar pelajar, KAI berharap kesadaran kolektif terhadap keselamatan perjalanan kereta api dapat tumbuh secara berkelanjutan, sekaligus menekan potensi gangguan vandalisme yang masih menjadi tantangan di berbagai wilayah Indonesia.