tendensius.com/, Madiun | Peternakan kambing yang dibangun menggunakan dana desa di Desa Golan Kecamatan Sawahan Kabupaten Madiun kini menjadi sorotan. Pasalnya, program yang seharusnya berpotensi mendongkrak PADes serta bermanfaat bagi warga setempat itu justru terbengkalai dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Dari pantauan di lokasi, tak ditemukan seekor pun kambing dalam kandang. Bahkan, bangunan kandang beserta toilet umum tampak tidak terawat, beberapa bagian sudah mengalami kerusakan, dan tidak ada aktivitas peternakan yang terlihat.

Sugiarso, salah satu dari tim investigasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Harimau Madiun Raya menyoroti kondisi ini. Menurutnya, hal ini cukup disayangkan. Antara perencanaan tak sesuai dengan fakta di lapangan. Pihaknya meminta pertanggungjawaban dari pihak terkait.

“Kami melihat ada indikasi penyalahgunaan dana desa dalam proyek ini. Seharusnya, kandang peternakan ini bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian warga dan menjadi salah satu sumber PADes, tetapi faktanya justru dibiarkan begitu saja tanpa ada kelanjutan,” ketusnya.

Selain kandang, juga terdapat toilet umum yang dibangun dari sumber yang sama, Dana Desa. Nilai anggarannya sebesar 20 jutaan. Namun, dengan tergembok nya pagar kandang, toilet tersebut tak dapat digunakan. Dilihat dari kejauhan, toilet beralih fungsi menjadi gudang penyimpanan barang.

Sementara itu, L (57) yang merupakan warga setempat mengaku kurang paham dengan pengelolaan peternakan tersebut. Setahunya, seluruh kambing sudah dijual beberapa pekan lalu.

“Sekitar 2 minggu lalu mas, semua dijual. Tapi kurang paham mas yang jual siapa yang beli siapa. Kabarnya, sudah gak nutut buat gaji karyawan,” singkatnya.