NGAWI, TENDENSIUS – Penggunaan tali rafia sebagai pembatas area kerja pada Proyek Rekonstruksi Jalan Kendung–Pojok senilai Rp6.575.442.717 akhirnya mendapat tanggapan dari pihak pelaksana. Setelah sebelumnya menjadi sorotan akibat tidak terlihatnya traffic cone maupun water barrier di sejumlah titik pekerjaan, Direktur CV Jasa Karya, Sunaryo, mengakui pelaksanaan proyek tersebut belum berjalan secara sempurna.

Sebelumnya, pantauan awak media menemukan area pekerjaan di beberapa titik hanya dibatasi tali rafia, sementara material proyek masih tampak berada di bahu hingga badan jalan. Kondisi itu memunculkan pertanyaan warga mengenai aspek keselamatan pengguna jalan, terutama saat malam hari.

Menanggapi temuan tersebut, Sunaryo mengatakan pihaknya telah berupaya menerapkan berbagai langkah pengamanan selama pekerjaan berlangsung, meski mengakui masih terdapat kekurangan.

“Ya mungkin kami tidak sempurna dalam melaksanakan pekerjaan ini, Mas,” ujar Sunaryo, Direktur CV Jasa Karya, kepada awak media, Senin(29/06/2026).

Menurutnya, berbagai rambu dan tanda peringatan telah dipasang di lokasi pekerjaan sebagai bentuk mitigasi risiko. Bahkan, penutupan jalan sementara juga diterapkan pada titik tertentu. Namun, penutupan total dinilai sulit dilakukan karena harus mempertimbangkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar lokasi proyek.

“Kami sudah berusaha melaksanakan pekerjaan ini dengan banyak rambu-rambu atau tanda. Bahkan sebenarnya dalam pelaksanaan ini kami tutup jalur sementara untuk mencegah risiko. Tapi tidak mungkin juga kami tutup 100 persen karena di situ ada perekonomian masyarakat,” jelasnya.

Di akhir keterangannya, Sunaryo menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan media yang turut mengawasi jalannya proyek. Ia berharap masukan tersebut menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan pekerjaan ke depan dapat lebih baik.

“Kalau sempurna pasti tidak. Terima kasih atas perhatiannya turut memonitor pekerjaan kami. Semoga bisa lebih baik lagi,” pungkasnya.

Pernyataan tersebut menjadi bagian dari hak jawab atas temuan lapangan yang sebelumnya memunculkan perhatian publik. Di satu sisi, pelaksana menyebut telah berupaya menjaga keselamatan sekaligus mempertahankan akses bagi aktivitas ekonomi masyarakat. Di sisi lain, sejumlah warga berharap pengamanan proyek dapat lebih optimal agar risiko terhadap pengguna jalan, khususnya pada malam hari, dapat diminimalkan.

Media ini juga akan meminta tanggapan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ngawi terkait kesesuaian pengamanan di lapangan dengan Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK) serta pengaturan manajemen lalu lintas selama pekerjaan berlangsung. Ruang hak jawab tetap terbuka sebagai bagian dari prinsip pemberitaan yang berimbang.