MADIUN, TENDENSIUS – Di tengah zaman ketika layar gawai semakin sering menjadi teman sehari-hari generasi muda, Kabupaten Madiun memilih cara yang berbeda untuk menyiapkan masa depan. Bukan dengan menambah jam menatap layar, melainkan dengan memperkuat karakter melalui Gerakan Pramuka.

Menjelang pelaksanaan Jambore Nasional (Jamnas) 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur, Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Madiun, Dr. Purnomo Hadi, M.H, memberikan pembinaan dan motivasi langsung kepada 32 Pramuka Penggalang terpilih di Sanggar Pramuka Kwarcab Kabupaten Madiun, Sabtu (13/6/2026).

Momentum pembekalan tersebut terasa semakin penting setelah terbitnya Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 yang menegaskan kembali Pramuka sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib bagi peserta didik jenjang dasar hingga menengah.

Namun bagi Kwarcab Kabupaten Madiun, Pramuka bukan sekadar kewajiban administratif yang tertulis dalam regulasi. Ia adalah ruang pembentukan karakter yang terus relevan di tengah perubahan zaman.

Wakil Bupati Madiun yang juga menjabat Ketua Kwarcab Kabupaten Madiun, Dr. Purnomo Hadi, M.H, menegaskan bahwa nilai utama yang terus ditanamkan kepada peserta adalah kedisiplinan, kerja sama, dan rasa saling menghormati.

“Dalam Pramuka ini yang kita galakan pertama adalah sebuah kedisiplinan, tim work, dan saling menghormati, kami berharap anak anak ini bisa menjadi calon pemimpin masa depan, dengan Pramuka akan bisa meminimalisir anak dalam penggunaan gadget,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut seolah menjadi pengingat bahwa tantangan generasi muda hari ini bukan lagi sekadar bagaimana bertahan hidup di alam terbuka, melainkan bagaimana tetap memiliki karakter kuat di tengah derasnya arus teknologi dan informasi.

Karena itulah pembinaan yang diberikan kepada kontingen tidak hanya berfokus pada kesiapan fisik dan mental. Materi kepramukaan, wawasan kebangsaan, kepemimpinan, hingga semangat pengabdian kepada masyarakat menjadi bekal yang terus diperkuat menjelang keberangkatan ke Jamnas.

Di Kabupaten Madiun, Pramuka juga mulai diarahkan untuk mendukung berbagai program strategis pemerintah, termasuk penguatan ketahanan pangan dan pembangunan karakter generasi muda. Sebuah langkah yang menunjukkan bahwa kepanduan modern tidak lagi berdiri sendiri, melainkan hadir sebagai mitra pembangunan daerah.

Ironinya, di saat banyak pihak sibuk mencari formula membangun karakter generasi muda melalui berbagai program baru, Pramuka sebenarnya telah lama memiliki resep tersebut. Disiplin, tanggung jawab, gotong royong, dan kepemimpinan telah menjadi bagian dari nilai yang diwariskan sejak puluhan tahun lalu.

Dengan dukungan penuh orang tua yang turut mendampingi proses pembekalan, optimisme kontingen Kabupaten Madiun menuju Jambore Nasional semakin menguat.

Mereka memang akan berangkat sebagai peserta. Namun yang sedang dipersiapkan sesungguhnya bukan hanya rombongan yang akan berkemah di Cibubur.

Mereka sedang dipersiapkan menjadi generasi yang kelak mampu memimpin, mengabdi, dan menjaga negeri. Karena di balik seragam cokelat yang sederhana itu, tersimpan harapan bahwa masa depan bangsa masih memiliki penjaga yang siap berkarya, bukan sekadar menjadi penonton zaman.