tendensius.com/, Madiun | Dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di hari raya idul fitri 2025, tiga pilar Kecamatan Dagangan memperkuat sinergitas dengan para pengurus perguruan pencak silat yang ada di wilayah setempat. Bertempat di Pendopo Kecamatan Dagangan, kegiatan ini digelar, Selasa (25/03/2025).
Turut hadir dalam acara, Camat Dagangan Tarji, Danramil Dagangan Kapten Inf Muslikin, Kapolsek Dagangan AKP Jumarni serta puluhan pengurus perguruan pencak silat di wilayah Dagangan.
Membuka acara, Tarji menyampaikan pentingnya penguatan sinergitas tiga pilar ini untuk menjaga kondusifitas di hari raya nanti. Ada beberapa hal telah menjadi catatan selama Ramadhan yang berpotensi mengganggu kondusifitas di lingkungan masyarakat.
“Pertama sound horeg, warga kita itu macam-macam. Ada yang posisinya sedang sakit, ada pula yang memiliki bayi kecil. Sound horeg ini bisa menggangu,” ujarnya.
Selain sound horeg, lanjut Camat, masih adanya petasan di bulan Ramadhan. Ini merupakan hal yang cukup disayangkan karena sama saja dengan pemborosan.
“Hampir seluruh pertigaan perempatan Desa itu ada jejak-jejak bekas petasan. Mungkin lebih baik, ketimbang untuk satu letusan, uangnya digunakan untuk hal lain yang lebih bermanfaat,” imbuh Tarji.
Apapun himbauan yang disampaikan tiga pilar, khususnya di malam takbir hingga hari raya nanti, bertujuan untuk menjaga kamtibmas yang aman dan kondusif.

“Saat malam takbiran, tak perlu menggunakan sound horeg. Kemudian sholat ied, pastikan rumah dalam keadaan aman, baik itu dari pencurian maupun kebakaran. Lalu halal bihalal perguruan, sebisa mungkin dilakukan secara internal tiap ranting. Dan bagi pengendara roda dua, jangan menggunakan knalpot brong. Saya harap semuanya menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan suci Ramadan dan perayaan Idul Fitri 1446 Hijriyah,” pungkasnya.
Sementara itu, Danramil Dagangan Kapten Inf Muslikin menghimbau kepada seluruh pengurus perguruan silat untuk terus menjaga kerukunan. Hal ini mengingat Madiun sebagai kampung pesilat yang memiliki cukup banyak perguruan pencak.
“Pencak silat merupakan salah satu budaya yang harus dilestarikan. Tercatat, ada 14 perguruan pencak silat di Kabupaten Madiun. Banyaknya perguruan silat inilah yang membuat Madiun dijuluki sebagai kampung pesilat. Kewajiban kita bersama, harus menjaga keamanan dan kerukunan antar perguruan,” terangnya.
Di tempat yang sama, Kapolsek Dagangan AKP Jumarni berpesan kepada para pengurus perguruan pencak silat yang hadir. Hal-hal kecil yang dapat memicu gesekan, sebaiknya tidak dilakukan.
“Contoh kecil Banner ucapan. Baik ucapan ramadhan maupun idul fitri gak boleh lagi setiap perguruan. Kalaupun menghendaki ucapan tersebut, semua perguruan pencak harus bersama-sama dengan pemerintah Desa,” pesan Kapolsek.



